Kementan Usaha Stabilkan Harga Gula Pasir Putih

Jakarta, MINA – Harga gula pasir putih di pasaran selama beberapa pekan terakhir, khususnya jelang Ramadhan, terpantau mengalami lonjakan. Tercatat, rata-rata harga gula pasir putih yakni di kisaran Rp 18.500-Rp 20.000.

Terkait situasi itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai upaya taktis guna menstabilkan harga gula pasir putih sekaligus menjamin ketersediaannya di pasaran.

Dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Sabtu (25/4), Kementan mencatat sebanyak 250 ribu ton gula pasir putih telah digelontorkan Kementan ke pasaran. Ditambah juga sinergi kementerian itu bersama instansi pemerintah lainnya yang menggelar Operasi Pasar (OP).

Selain itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sejak awal April juga telah meminta agar fabrikan gula rafinasi ikut memproduksi gula pasir putih yang bisa dikonsumsi masyarakat.

Kinerja Kementan itu mendapat tanggapan dari mantan Mentan Bungaran Saragih. Menurutnya, meskipun secara khusus tugas kerja Kementan tidak bertanggungjawab penuh terhadap urusan stabilitas harga, namun hal itu tidak dijadikan batasan.

“Soal harga, sebetulnya tidak jadi kewenangan Kementan juga. Tapi ini kan menyangkut kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, kiranya Kementan juga telah tepat,” ujar Bungaran, Sabtu (25/4).

Bungaran menjelaskan, posisi kinerja Kementan lebih utama pada menjaga ketersediaan pangan ke masyarakat. Caranya dengan memastikan pasokan dan produksi komoditas pangan lancar.

“Tapi Kementan tidak tinggal diam nyatanya. Peran Kementan ikut dalam menjaga stabilitas harga gula pasir dan stoknya harus diapresiasi. Menunjukkan bahwa terkait kebutuhan pangan masyarakat, Kementan tetap tanggung jawab,” kata Bungaran yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian IPB. (R/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)