Kepolisian Makkah Imbau “Tinggal di Rumah” dengan Dialek Jawatimuran

Makkah, MINA – Sebagai negara yang didiami oleh penduduk multibangsa, pemerintah Arab Saudi mempunyai kewajiban untuk menjaga warga dan ekspatriat dari infeksi virus corona (COVID-19).

“Kepedulian kepada warga asing tersebut, diwujudkan dalam imbauan berupa pesan singkat yang dikirim ke ponsel, dengan berbagai macam bahasa dunia,” tulis Saudinesia, Senin (30/3).

Pesan singkat dalam bahasa Indonesia dari Kementerian Kesehatan Saudi, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Makkah Al-Mukkaramah bersama Kepolisian Makkah, mengkampanyekan “tinggal di rumah” dan hindari pertemuan umum, beri jarak pisah setidaknya 1 meter dengan orang lain, dan batuk atau bersinlah ke siku bagian dalam (tidak diumbar, red).

Selain pesan singkat, kepolisian juga membuat konten video dengan berbagai bahasa dunia. Uniknya, mewakili bangsa Indonesia, pesan tersebut disampaikan dengan bahasa Jawa yang terdengar dialeknya seperti jawatimuran mendekati Madura.

Sebelumnya diberitakan, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada Rabu (25/3) mengumumkan penguncian (lockdown) kota Mekkah, Madinah dan Riyadh, yang mulai berlaku Kamis sore (26/3). (T/RS5/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)