Kesepakatan Pemerintah dan Aksi 313

Jakarta, 2 Rajab 1438/31 Maret 2017 (MINA) – Beberapa tokoh Aksi Bela Islam 313 yang diutus untuk menyampaikan aspirasi umat Islam, seperti Amien Rais dan Usamah Hisyam, tidak ditemui oleh Presiden Joko Widodo, sehingga membuat kecewa  yang hadir.

Namun demikian Usamah Hisyam, Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) yang menggantikan peran Al Khaththath sebagai Koordinator Aksi 313, usai menemui Menkopolhukam Wiranto sebagai utusan Presiden Jokowi, mengungkapkan kesepakatan yang dicapai antar kedua belah pihak dalam pertemuan itu.

Poin-poin yang disepakati antara lain, pertama batas waktu bagi pemerintah hingga 17 April mendatang untuk menyelesaikan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok. Kedua, tidak melakukan kriminalisasi ulama. Ketiga, Sekjen GNPF MUI Muhammad Al Khaththath dibebaskan.

Usama mengatakan, jika dalam batas waktu yang ditentukan, pemerintah tidak juga menyelesaikan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, maka umat Islam akan melakukan aksi lagi.

“Apabila pemerintah ingkar janji, kami siap menurunkan massa lebih banyak lagi. Apabila Ustadz Al Khaththath tidak dibebaskan malam ini, atau maksimal besok pagi, maka jangan salahkan umat Islam, besok pagi tanpa komando akan datang menjemput ke Mabes Polri,” katanya.

Usama mengaku dirinya sempat bertemu dengan Al Khaththath untuk berbagi tugas mengkoordinir Aksi Bela Islam 313. Namun, usai pertemuan yang berakhir pada Jum’at (31/3) pagi itu, Al Khaththath dijemput oleh enam orang polisi yang kemudian dibawa dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua.

“Ustadz Al Khaththath dituduh melakukan makar. Sekarang saya tanya, kalau kita mempertanyakan keadilan hukum ke pemerintah, makar bukan?,” tanya Usama yang kemudian dijawab “Bukan” oleh jutaan massa umat Islam yang hadir.

Pada kesempatan itu, beberapa tokoh muslim dan tokoh nasionalis untuk kesekian kalinya menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Di antara yang hadir antara lain, Koordinator Alumni dan Mahasiswa UI Toufan, tokoh Tiongkok Lieus Shungkarisma, dan Panglima Pembela Tanah Air (PETA) M Shaleh.

Menurut pantauan MINA di lokasi, sekitar tiga juta umat Islam memenuhi jalan Medan Merdeka Barat hingga jalan MH Thamrin. Namun, sepanjang aksi, tak terlihat Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, juga pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang biasanya selalu hadir dalam aksi-aksi sebelumnya. (L/R06/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)