Ketika Arab Saudi dan Iran Bertemu di Mataram

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Usamah bin Muhammad Abdullah Al-Shuaibi (kanan) dan Dubes Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi saat menghadiri pembukaan Munas Alim Ulama Dan Kombes NU di Mataram, NTB. Foto: dokumentasi NU

Mataram, MINA – Arab Saudi dan Iran seringkali digambarkan sebagai dua negara adidaya yang berkompetisi mencari pengaruh di Timur Tengah. Arab Saudi kerap memutuskan kebijakan yang bertolak belakang dengan Iran dalam berbagai isu global yang berkembang.

Citra “permusuhan” kedua negara kerap memenuhi pemberitaan media nasional maupun internasional. Tapi, di forum Nahdlatul Ulama di Mataram baru-baru ini, kedua negara yang sedang berseteru itu justru bertemu dan duduk sejajar.

Di upacara pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah bin Muhammad Abdullah Al Syuaibi dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi datang sebagai tamu. Meski tak persis berdampingan, keduanya duduk berdekatan dan di deretan kursi yang sama.

Bersama ribuan hadirin lain, konsul dari dua negeri Muslim itu tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara pembukaan. Bahkan, keduanya rela berdiri hingga tiga kali dalam sesi melantunkan mars Yalal Wathan, Shalawat Badar, dan lagu Indonesia Raya. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyambut hangat seluruh duta besar.

“Terima kasih banyak kepada segenap utusan dari berbagai negara atas kehadirannya. Selamat datang, semoga Allah membalas kebaikan Anda sekalian,” sapa Kiai Said dalam bahasa Arab.

Presiden Joko Widodo yang hadir untuk membuka secara resmi Munas-Konbes NU 2017 mengaku merasakan kesejukan setiap hadir di forum NU.

“Begitu masuk, yang ada suasanan dingin dan sejuk, apalagi saya berada di tengah para alim ulama NU. Begitu juga waktu masuk ke pesantren NU suasannya sejuk,” ujar Jokowi. Menurutnya, Indonesia kini sedang dilihat oleh negara lain sebagai negara yang netral.

Ketua PBNU H Iqbal Sullam mengatakan, PBNU cukup dekat dan sering mengundang pihak kedutaan dari berbagai negara, tak terkecuali Arab Saudi dan Iran. NU ingin menjadi jembatan dari dua negara itu sebagai ormas yang berada di tengah.

“Apalagi saya melihat konflik antara Arab Saudi dan Iran adalah konflik temporer, bukan selamanya. Ada momen-momen tertentu mereka saling berkomunikasi dengan baik,” tambahnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menpora Imam Nahrawi, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.(L/RE1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)