Ketua Amphuri: Saudi Alami Inflasi yang Cukup Tinggi, Dua Tahun Terakhir

Jakarta, MINA – Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur mengatakan, Arab Saudi mengalami inflasi yang cukup tinggi selama dua tahun terakhir. Hal ini menyebabkan harga bahan kebutuhan pokok meningkat tajam.

“Selama dua tahun terjadi banyak perubahan di Arab Saudi. Kenaikan pajak yang sangat signifikan hingga pajak domestik. Jadi hampir 20 persen. Ini yang menyebabkan kenaikan biaya yang cukup signifikan,”  ucap Firman dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema “Dana Amanah, Haji Mabrur”, Selasa (31/5), demikian keterangan yang diterima MINA.

Ia menjelaskan, meningkat dari tahun sebelumnya sekitar Rp72 juta menjadi sebesar Rp81 juta. Beruntungnya, kenaikan ini tidak dibebankan kepada para jamaah calon haji. Mereka hanya membayar biaya perjalanan ibadah haji kurang lebih Rp39 juta.

“Kenaikan biaya umrah disebabkan oleh kenaikan pajak yang mencapai 20% di Arab Saudi. Kenaikan pajak ini merupakan kalkulasi dari pajak domestik atau pajak dalam negeri,” kata Firman.

Inflasi ini, jelasnya, menyebabkan standar pelayanan di Ammah Minah meningkat drastis dan signifikan. Untuk itu, Firman mengatakan, pemerintah Indonesia harus membayar selisih angka Rp1,5 triliun agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan.

“Jadi ada selisih angka Rp1,5 triliun yang harus bisa dipenuhi oleh pemerinta Indonesia untuk bisa  menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Ini baru biaya haji reguler, belum haji khusus,” ucapnya.  (R/R8/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)