Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua MUI Minta Presiden Prabowo Tinjau Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 29 Januari 2026 - 22:17 WIB

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:17 WIB

12 Views ㅤ

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis (Foto : Mujiburrahman/Mina News)

Jakarta, MINA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace. Permintaan tersebut disampaikan Cholil melalui sebuah unggahan di platform media sosial pribadinya.

Dalam pernyataannya, Cholil menilai keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan rakyat Palestina. Bahkan, menurutnya, keterlibatan Indonesia berpotensi menimbulkan persepsi negatif di mata publik internasional.

“Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut bisa dipersepsikan sebagai sikap tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujar Cholil dalam unggahan tersebut.

Cholil menegaskan bahwa Indonesia selama ini dikenal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi dan semangat politik luar negeri bebas aktif. Oleh karena itu, ia menilai langkah bergabung dalam forum yang dinilai tidak adil dapat mencederai komitmen tersebut.

Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Lebih lanjut, Cholil mengungkapkan keprihatinannya terhadap komposisi keanggotaan Board of Peace yang dinilainya tidak seimbang. Ia menyoroti keterlibatan Perdana Menteri Israel dalam forum tersebut, sementara tidak ada satu pun perwakilan resmi dari Palestina yang dilibatkan.

“Bagaimana mungkin sebuah forum perdamaian dibentuk tanpa menghadirkan pihak Palestina sebagai pihak yang paling terdampak dari konflik yang berlangsung,” kata Cholil.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketidakadilan struktural dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel dan berpotensi melemahkan perjuangan rakyat Palestina di forum internasional.

Cholil berharap Presiden Prabowo dapat mempertimbangkan secara matang posisi Indonesia agar tetap sejalan dengan nilai keadilan, kemanusiaan, dan dukungan terhadap bangsa Palestina yang selama ini menjadi sikap konsisten Indonesia di kancah global. []

Baca Juga: Yayasan Darussalam Kotawisata Dukung Bulan Solidaritas Palestina 2026

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda