Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Nenek 93 Tahun Berhaji Didampingi Anaknya

Rana Setiawan - Jumat, 17 Mei 2024 - 16:07 WIB

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:07 WIB

6 Views

Madinah, MINA – Mbah Sumirah dan Widi, anaknya, sangat bahagia bisa berangkat bersama ke Tanah Suci. Mereka merasa mendapat dua keberkahan sekaligus. Mbah Sumirah berangkat karena masuk kuota prioritas lansia, dan Widi berangkat sebagai pendampingnya.

Mbah Sumirah (93) mendaftar pada 2018. Jamaah asal Bojonegoro, Jawa Timur, ini tidak pernah menyangka bisa berangkat tahun ini.

Sementara Widi (45) mendaftar tahun 2012. Mestinya dia berangkat tahun depan, tapi maju karena menjadi pendamping ibunya. Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 2 Embarkasi Surabaya (SUB-02).

Dalam laporan MCH Kemenag, dikutip MINA, Jumat (17/5), ditemui di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Kamis (16/5) pagi, Widi tampak setia mendampingi Mbah Samirah yang menggunakan kursi roda keluar menuju pintu gerbang 306.

Baca Juga: Jateng Raih Dua Penghargaan Nasional, Bukti Komitmen di Bidang Kesehatan dan Keamanan Pangan

Widi tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat membagikan cerita bagaimana ibunya bisa menjadi jemaah haji tahun ini.

Alhamdulillah senang sekali, Mbak. Ini memang momen yang saya tunggu, apalagi ibu saya. Sebenarnya dia daftar tahun 2018, tapi karena dapat panggilan kuota lansia, akhirnya bisa berangkat tahun ini,” ujar Widi, sambil menitikkan air mata.

Mendapat “panggilan mendadak”, Widi mengatakan dia hanya mempersiapkan keberangkatan ibunya selama tiga bulan sebelum keberangkatan.

“Pas orang-orang sudah manasik empat bulan lamanya, ibu saya baru dapat undangan. Langsung saya buru-buru ngurusin sendiri sama suami selama tiga bulan,“ kata Widi, diiringi senyum bahagia ibunya.

Baca Juga: Pakar Timteng: Mayoritas Rakyat Suriah Menginginkan Perubahan

Anak keenam dari tujuh bersaudara ini juga tak henti-hentinya mengungkapkan rasa syukur. Sebab, dia dapat berangkat haji mendampingi ibunya melalui jalur kuota pendamping jemaah lansia.

Alhamdulillah, keinginan kami untuk menaikhajikan ibu saya tercapai. Suami saya mengizinkan saya untuk berangkat lebih dulu jadi saya juga bisa mendampingi ibu saya,” kata Widi.

Dia pun mengungkapkan terima kasih kepada pemerintah dan para petugas yang sudah sangat membantu, terutama kepada jemaah haji lansia.

“Terima kasih banget sudah diprioritaskan sama pemerintah, difasilitasi, dinomorsatukan terus, petugas-petugasnya baik banget,” tutur Widi.

Baca Juga: Festival Harmoni Istiqlal, Menag: Masjid Bisa Jadi Tempat Perkawinan Budaya dan Agama

“Saya ada lihat poster terkait Peduli Lansia di hotel, dan itu memang saya rasakan ketika berada di sini. Petugas sangat membantu, saya terharu,” pungkas Widi.

Akhirnya, mimpi Mbah Sumirah sebentar lagi akan terwujud. Dia dan rombongannya dijadwalkan akan bertolak dari Madinah ke Makkah Al Mukarromah pada 20 Mei 2024.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Industri Farmasi Didorong Daftar Sertifikasi Halal

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Haji 1445 H
Haji 1445 H
Haji 1445 H
Haji 1445 H