Koalisi Mahasiswa Yahudi Universitas Harvard Bentuk Kelompok Pro-Palestina

Cambridge , MINA – Koalisi Mahasiswa Yahudi Universitas Harvard untuk Perdamaian (HJCP) membentuk kelompok pro-Palestina dengan tujuan menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan Palestina dan memerangi anti-semitisme.

HJCP memposisikan dirinya sebagai “organisasi Yahudi anti-Zionis,” sebuah organisasi baru yang didirikan dengan gagasan bahwa pembebasan Yahudi terikat erat dengan pembebasan semua orang.

Sebuah pernyataan di halaman Facebook grup itu mengatakan awal pekan ini, seperti dilaporkan The New Arab, Ahad (16/2).

Kelompok ini juga mengidentifikasi dirinya selaras dengan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) tanpa menggunakan kekerasan, yang bertujuan untuk memberikan tekanan pada Israel untuk mengakhiri pendudukannya atas tanah Palestina.

“Kami membangun di atas sejarah panjang anti-Zionisme Yahudi yang mengajarkan kita bahwa keselamatan atau pembebasan Yahudi tidak akan pernah mengorbankan nyawa dan tanah orang lain,” bunyi pernyataan.

Koalisi berkomitmen untuk mengikuti kepemimpinan Palestina dalam mendukung boikot di dalam dan di luar kampus Harvard, imbuhnya.

Sikap mereka berlawanan dengan Harvard Hillel, kelompok mahasiswa Yahudi lainnya, yang menolak BDS.

“Israel adalah wadah penting dari budaya Yahudi modern dan rumah bagi hampir setengah dari populasi Yahudi dunia,” kata Presiden Hillel Harvard, Rebecca S. Arate.

“Kami menentang BDS dan semua upaya yang berusaha untuk mendelegitimasi Negara Israel,” ujarnya.

Koalisi Mahasiswa Yahudi HJCP mengatakan, tidak mengklaim mewakili semua masiswa Yahudi di kampusnya. Tapi memberikan ruang bagi mereka yang merasa terasing oleh Harvard Hillel. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)