Aceh, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Senin (15/12) pukul 07.20 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.016 jiwa.
Dalam keterangan resminya pada Senin pagi, BNPB menyebutkan selain korban meninggal, sebanyak 212 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Sementara itu, jumlah warga yang mengalami luka-luka dilaporkan mencapai 7.600 orang, dengan sebagian di antaranya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
BNPB menjelaskan, bencana banjir bandang dan longsor ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan meluapnya sejumlah sungai serta pergerakan tanah di wilayah rawan. Kondisi geografis dan kerusakan lingkungan di beberapa daerah turut memperparah dampak bencana.
Upaya penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta unsur masyarakat. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban, pencarian warga yang hilang, penanganan medis bagi korban luka, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak dan daerah rawan bencana lainnya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu banjir dan longsor lanjutan. Data korban masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring dengan proses pendataan dan pencarian yang masih berlangsung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yayasan Darussalam Kotawisata Dukung Bulan Solidaritas Palestina 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic