Dakar, MINA – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus memburuk dengan jumlah korban meninggal dunia yang terkonfirmasi mencapai 101 orang.
Pemerintah Kongo pada Senin (waktu setempat) menyatakan bahwa keberadaan kelompok-kelompok bersenjata di wilayah terdampak masih menjadi hambatan utama dalam upaya penanganan wabah tersebut. Arabnews melaporkan, Selasa (9/6).
Kementerian Kesehatan Kongo melaporkan terdapat 35 kasus baru Ebola dalam 24 jam terakhir, termasuk 10 kematian. Dengan penambahan itu, total kasus terkonfirmasi kini mencapai 550 orang, sementara jumlah korban meninggal yang telah dikonfirmasi mencapai 101 jiwa.
Wabah yang disebabkan oleh strain Bundibugyo Ebola itu pertama kali diumumkan pada 15 Mei lalu. Namun, para pejabat kesehatan mengakui bahwa virus tersebut kemungkinan telah menyebar selama beberapa pekan sebelum terdeteksi, sehingga memperumit upaya pengendalian dan pelacakan kasus di lapangan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Penyebaran Ebola saat ini terjadi di tiga provinsi yang selama bertahun-tahun dilanda konflik bersenjata, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Sebagian besar kasus tercatat di 17 zona kesehatan di Ituri, sementara sisanya ditemukan di tujuh zona kesehatan di Kivu Utara dan satu zona kesehatan di Kivu Selatan.
Pemerintah Kongo menyebut keberadaan kelompok bersenjata di wilayah Djugu, Irumu, dan Mambasa, Provinsi Ituri, masih membatasi akses kemanusiaan ke sejumlah daerah yang terdampak maupun berisiko tinggi.
Selain itu, ketidakpercayaan masyarakat terhadap petugas kesehatan juga menghambat penanganan wabah. Serangan terhadap tim pemakaman dan pusat perawatan masih terjadi, termasuk insiden terbaru di Pemakaman Nyamurongo, Kota Bunia, yang mengakibatkan dua orang terluka parah dan dua kendaraan mengalami kerusakan.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) sebelumnya melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi mencapai 544 kasus dengan 88 kematian. Perbedaan angka tersebut menunjukkan situasi wabah yang berkembang sangat cepat.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Organisasi kesehatan internasional terus meningkatkan dukungan kepada pemerintah Kongo guna mencegah penyebaran lebih luas penyakit mematikan yang memiliki tingkat fatalitas tinggi tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic