Korsel Yakin Hancurkan Altileri Korut Jika Terjadi Perang

Rudal balistik Korea Selatan Hyunmoo-II ditembakkan selama pelatihan baru-baru ini (Foto: File/Yonhap)

Seol, MINA – Angkatan Darat Korea Selatan (Korsel) merasa yakin dapat dengan cepat menghancurkan sistem artileri garis depan Korea Utara (Korut) jika terjadi perang di semenanjung tersebut.

Dalam sebuah laporan kepada Majelis Nasional pada hari Kamis (19/10), Angkatan Darat Korsel mempresentasikan konsep mencegatan rudal tiga tingkat pada tahap awal sebuah konflik bersenjata.

Menurut laporan kantor berita Yonhap yang dikutip MINA, senjata yang pertama kali dimobilisasi adalah rudal surface-to-surface taktis, yang disebut KTSSM dan dikenal sebagai pembunuh artileri.

“KTSSM-saya akan menyerang terowongan musuh dengan howitzer 1,6 mm yang self-propelled dan sistem peluncuran roket beberapa kali lipat 240 mm,” katanya dalam audit parlemen reguler mengenai operasi 490.000 tentara tersebut.

Sebagian besar peralatan artileri Korut disamarkan dan ditempatkan di sepanjang zona demiliterisasi (DMZ) dan pantai pulau-pulau perbatasannya.

Dan KTSSM-II akan digunakan untuk membom fasilitas rudal SCUD dan peluncur roket 300 mm, tambahnya.

Angkatan Darat juga berencana untuk menembakkan rudal balistik Hyunmoo-II melawan sistem nuklir dan WMD Korut lainnya serta unit pendukungnya.

Rudal kelas Hyunmoo di Korsel memiliki jangkauan hingga 800km, sementara Hyunmoo-III adalah rudal jelajah jarak jauh.

Untuk merebut dan mengambil kepemimpinan Korut, Angkatan Darat akan berusaha mendapatkan rudal balistik yang lebih kuat, yang secara tentatif menyamai Hyunmoo-IV.

Seoul telah mencapai kesepakatan de facto dengan Washington untuk merevisi pedoman pengembangan rudal mereka sehingga dapat melipatgandakan muatan maksimum rudal balistiknya.

Berdasarkan kesepakatan bilateral dengan AS yang direvisi pada tahun 2012, kapal tersebut dapat mengembangkan rudal balistik dengan jarak tempuh hingga 800km dan berat muatan sampai dengan 500 kg.

Presiden Korsel Moon Jae-in dan Presiden AS Donald Trump, pada prinsipnya setuju mengenai masalah ini, begitu juga sekutu-sekutunya dalam konsultasi mengenai rinciannya.

Angkatan bersenjata Korsel mendorong sebuah platform pertahanan “tiga sumbu” yang lebih luas melawan ancaman dan provokasi Korut – sistem pemogokan pre-emptive Bantai Rantai, Korea Air and Missile Defense (KAMD), dan Korea Massive Punishment and Retaliation (KMPR). (T/B05/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)