Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Ahad (31/8) kembali memburuk dan tercatat sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara internasional, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI⁺ US) di Jakarta mencapai angka 113. Angka tersebut termasuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berada dalam kategori rentan. Para pakar kesehatan menganjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker pelindung, serta memperhatikan sirkulasi udara di dalam ruangan.
Kualitas udara Jakarta dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan. Polusi dari kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta faktor cuaca disebut sebagai penyebab utama meningkatnya polutan.
Baca Juga: Jama’ah Muslimin Sampaikan Taushiyah Terkait Aksi Massa, Demo Anarkis akan Rugikan Indonesia
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama kementerian terkait telah melakukan sejumlah upaya pengendalian polusi, mulai dari pembatasan kendaraan, perluasan transportasi umum ramah lingkungan, hingga penghijauan di kawasan perkotaan. Namun, hingga kini kualitas udara masih sering berada dalam kategori tidak sehat.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi resmi, serta menjaga pola hidup sehat guna meminimalisir dampak buruk polusi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Terima Ormas Islam, Presiden Prabowo Bahas Persatuan dan Tantangan Bangsa