Jakarta, MINA – Kualitas udara Jakarta masuk dalam daftar enam kota dengan udara terburuk di dunia pada Kamis (13/8) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai 156, yang masuk kategori tidak sehat.
Posisi tersebut menunjukkan kondisi udara di Ibu Kota perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Warga dianjurkan menggunakan masker apabila harus melakukan aktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan polutan.
Kondisi kualitas udara Jakarta juga berkaitan dengan tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5, salah satu polutan yang menjadi perhatian utama dalam pemantauan kualitas udara. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan ketika terhirup.
Kelompok masyarakat yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta mereka yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit tertentu, perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
IQAir sebelumnya juga mencatat bahwa tingkat paparan PM2.5 di Jakarta dan kawasan metropolitan sekitarnya masih menjadi persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian.
Kualitas udara Jakarta memang dapat berubah sepanjang hari mengikuti kondisi cuaca, aktivitas kendaraan, dan berbagai sumber emisi. Data IQAir yang bersifat waktu nyata menunjukkan kondisi pada suatu jam tertentu sehingga peringkat dan angka AQI dapat berubah beberapa jam kemudian.
Kondisi tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya pengendalian polusi udara di Ibu Kota secara berkelanjutan. Selain menjaga kesehatan pribadi, upaya mengurangi emisi kendaraan dan sumber pencemar lainnya diperlukan agar kualitas udara Jakarta tidak terus berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan masyarakat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic