Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, Warga Diimbau Gunakan Masker

Mujiburrahman Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:35 WIB

26 Views ㅤ

Ilustrasi: pemandangan kota Jakarta dengan kabut polusi udara. (Gambar: dok. AZWI)

Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Jumat (28/8) pagi berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Masyarakat, khususnya kelompok rentan, diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

Berdasarkan data laman pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 117. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kelompok yang termasuk dalam kategori sensitif antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan maupun penyakit jantung.

Dalam kondisi kualitas udara tersebut, kelompok sensitif berpotensi mengalami dampak kesehatan apabila terpapar polusi udara. Karena itu, penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan polutan.

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

Selain AQI, konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 di Jakarta tercatat mencapai 55 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Partikel PM2,5 merupakan salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Menurut data yang dirujuk, konsentrasi tersebut sekitar 11 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian bagi warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak polusi.

Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan mempertimbangkan penggunaan masker ketika berada di kawasan dengan tingkat polusi yang tinggi.

Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi

Sementara itu, kelompok sensitif disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

Data kualitas udara dapat berubah sepanjang waktu dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta sumber emisi polutan di wilayah perkotaan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026

Rekomendasi untuk Anda