Kunjungan Wisatawan Muslim ke Jepang Meningkat Tajam

Wisatwan Muslim berkunjung ke Jepang.(Foto: INA)

Tokyo, MINA – Jepang diprediksi akan menyambut lebih dari satu juta wisatawan Muslim pada tahun 2018, demikian menurut laporan Mastercard-CrescentRating Japan Muslim Travel Index (JMTI) 2017 yang baru diluncurkan.

Penelitian tersebut mengungkapkan kedatangan Muslim ke Jepang meningkat dari sekitar 150.000 di tahun 2004 menjadi 700.000 pada tahun 2016. Diperkirakan akan melampaui satu juta pada tahun 2018 dan mencapai 1,4 juta pada tahun 2020.

Sebagaimana keterangan pers yang dikutip MINA, enam puluh persen kedatangan pengunjung Muslim saat ini berasal dari Asia Tenggara, dengan Indonesia mewakili 27 persen pendatang.

Studi tersebut menempatkan Tokyo di puncak sebagai kota Jepang yang paling banyak fasilitas untuk menerima wisatawan Muslim, disusul Osaka dan Hokkaido di tempat ketiga.

Untuk mendapatkan peringkat ini, sebanyak 47 tujuan di Jepang dinilai berdasarkan akses, komunikasi, lingkungan dan pelayanan.

Negeri Samurai ini menjadi salah satu destinasi wisata dunia yang ramah terhadap wisatawan Muslim.

Awal tahun ini, Jepang naik dua tempat untuk menempati posisi keenam untuk tujuan wisata halal non anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) di Indexcard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017 tahunan.

JMTI diluncurkan di Halal Expo Japan oleh Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip, dan Halal Media Japan pada 6 Desember 2017.

Acara tersebut juga ditandai dengan pemberian penghargaan “Crescent Rating” bagi 20 restoran Jepang, didasarkan pada tingkat layanan ramah Muslim yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan.

Kendati berorientasi ekonomi, kebijakan menggenjot aspek wisata halal ini membuka celah penyebaran Islam. Kepentingan Jepang menarik lebih banyak wisatawan Muslim merupakan arus baru yang mengakrabkan Islam kepada rakyat Negeri Sakura.

GMTI juga menunjukkan bahwa pasar wisata halal akan terus tumbuh dengan cepat sehingga sektor ini diperkirakan tumbuh menjadi 220 miliar dolar AS pada tahun 2020.

Diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut US $ 80 miliar hingga mencapai US $ 300 miliar pada tahun 2026. Asia tetap menjadi daerah terdepan di dunia dalam hal daya tarik bagi turis Muslim dengan skor GMTI rata-rata 57,6, dengan Afrika berada di posisi kedua di 47,0 , diikuti oleh Oseania (43,8), Eropa (39,9) dan Amerika (33,7).

“Ini adalah tonggak penting dalam pengembangan GMTI. Dengan diluncurkannya JMTI, kini kami dapat memberikan wawasan yang lebih dalam di dalam suatu tujuan, sehingga mereka dapat lebih memenuhi pasar ini dengan baik,” ujar Fazal Bahardeen.(T/R01/RS3)

Mi’raj News Agency MINA (MINA)