Ramallah, MINA – Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner akan mengunjungi, setidaknya lima negara Arab pada Februari, untuk memberi pengarahan singkat kepada para diplomat negaranya tentang komponen ekonomi dari proposal perdamaian Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, yang akan ditawarkannya pada Palestina.
Kushner, yang adalah menantu Presiden AS Donald Trump, ingin mendapat dukungan untuk rencana yang dinamai Kesepakatan Abad Ini untuk mengatasi konflik Israel-Palestina, demikian The New Arab melaporkan yang dikutip MINA pada Sabtu (9/2)
Kushner tidak berencana untuk memberi tahu para diplomat Arab tentang komponen politik dari rencana perdamaian.
Dia malah berencana mengukur dukungan untuk kombinasi bantuan dan investasi untuk meredakan frustrasi ekonomi warga Palestina.
Baca Juga: Tim Medis MER-C Banyak Tangani Korban Genosida di RS Al-Shifa Gaza
Diplomasi rencana perdamaian itu ditunda akibat keputusan Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Desember 2017.
Inisiatif perdamaian Kusher sekarang dihidupkan kembali. Para pejabat Gedung Putih berspekulasi bahwa rencana itu akan diumumkan beberapa saat setelah pemilihan umum 9 April di Israel, April nanti, di mana Perdana Menteri Binyamin Netanyahu akan bertarung mempertahankan posisinya di tengah berbagai penyelidikan korupsi.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak untuk membahas rencana perdamaian apa pun dengan Amerika Serikat setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Namun seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, : “Kami berharap Abbas membaca rencana perdamaian itu lebih dulu, menilainya, dan bersedia datang ke meja perundingan.” (T/Gun/P1)
Baca Juga: Laba Perusahaan Senjata Israel Melonjak di Masa Perang Gaza dan Lebanon
Miraj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jumlah Syahid di Jalur Gaza Capai 44.056 Jiwa, 104.268 Luka