Ledakan Bom di Luar Masjid di Afganistan Tewaskan 14 Jemaah, Lukai 36

Balkh, Afghanistan, 12 Muharram 1438/13 Oktober 2016 (MINA) – Ledakan sebuah bom di luar masjid warga Syiah Afghanistan di Mazar-i-Sharif, ibukota provinsi Balkh Utara menewaskan setidaknya 14 warga sipil Afghanistan.

Serangan itu terjadi sehari setelah terjadi serangan senjata mematikan terhadap jemaah Syiah di sebuah kuil di ibukota, Kabul.

Munir Ahmad Farhad, juru bicara gubernur provinsi Balkh, pada Rabu (12/10) mengatakan, serangan itu menargetkan komunitas Syiah saat memperingati upacara Ashura, hari libur utama keagamaan mereka.

“Jumlah korban tewas bisa meningkat karena sejumlah orang yang terluka dalam kondisi kritis,” kata Farhad, demikian Al Jazeera memberitakan yang dikutip MINA.

Ia menambahkan bahwa bom tampaknya diledakkan dengan remote control.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan hari Rabu.

Sebelumnya, kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) mengaku bertanggung jawab atas serangan serupa di komunitas Syiah di Kabul pada hari Selasa.

Pada Selasa, menurut AFP, seorang pria bersenjata memasuki kuil Karte Shakhi dan menembaki kerumunan jemaah berkumpul untuk perayaan Ashura, 18 jemaah dilaporkan tewas.

ISIS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa penyerang meledakkan rompi bunuh diri setelah menembakkan semua amunisi, tapi pasukan keamanan mengatakan mereka menembak orang itu hingga mati.

Perayaan Ashura bagi komunitas Syiah adalah menandai kematian abad ke-7 cucu Nabi Muhammad, yaitu Hussein.

Di Afghanistan, Syiah berjumlah sebanyak 15 persen dari populasi sekitar 30 juta dan sebagian besar etnis Hazara.

Kelompok seperti Taliban dan ISIS memandang Syiah sebagai kaum murtad dan mereka sering menyerang masjid dan pertemuan umumnya. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)