Lulusan Perguruan Tinggi Diharapkan Dapat Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. (Foto: Humas)

Jakarta, MINA – Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia yang unggul diharapkan dapat berkontribusi pada upaya peningkatan daya saing bangsa. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber penguatan ekonomi bagi bangsa Indonesia.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Menristekdikti) Mohamad Nasir terus berupaya mendorong peningkatan daya saing bangsa. Di bidang pendidikan tinggi, ia menyampaikan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan tinggi serta berwawasan global.

“Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumber daya yang mampu bersaing secara global,” ujar Menristekdikti saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Gunadarma (UG) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta (25/3).

Nasir juga mengajak para wisudawan dan civitas akademika UG untuk ikut berkontribusi dalam upaya peningkatan daya saing bangsa secara global di era disrupsi teknologi.

Nasir menyampaikan, setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah sarjana, tapi sedikit yang langsung diterima bekerja.

“Sekitar 8,8% dari total 7 juta pengangguran di Indonesia merupakan sarjana yang menganggur pasca lulus. Ini sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Untuk itu, Nasir mengungkapkan bahwa memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas merupakan agenda utama pemerintah kedepan dalam membuat kebijakan.

“Kita telah memasuki era Revolusi Industri 4.0, yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis Cyber Physical System. Ini merupakan tantangan baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan SDM-nya,” ucapnya.

Rektor UG Margianti dalam sambutannya melaporkan beberapa capaian yang diraih UG.

“UG telah menjadi universitas berbasis teknologi dengan akreditasi A di Kopertis Wilayah III. UG unggul dalam jumlah sertifikasi dosen terbanyak dan jumlah dosen doktor terbanyak. Saat ini UG sudah memiliki rumah sakit dan sudah terencana dibangun 18 lantai yang nantinya akan menjadi rumah sakit pendidikan. UG juga tengah menyiapkan akreditasi internasional untuk program studi teknik,” kata Margianti.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad, Koordinator Kopertis Wilayah III Ilah Saidah, jajaran Yayasan UG, serta tamu undangan lainnya. (R/R09/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)