Mahmoud Abbas Sebut Veto AS terhadap Gencatan Senjata di Gaza Tindakan Agresif dan Tidak Etis

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: Wafa)

Ramallah, MINA – Presiden Palestina menyatakan kecaman keras atas penggunaan hak veto di untuk menghalangi disahkannya resolusi yang mengamanatkan Israel menghentikan agresinya terhadap Jalur Gaza.

Abbas menganggap sikap AS agresif dan tidak etis, dan menggambarkannya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap semua nilai dan prinsip kemanusiaan.

” Dia menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab “atas pertumpahan darah anak-anak, perempuan, dan orang tua Palestina di Gaza di tangan pasukan pendudukan Israel.” Demikian dikutip dari Kantor Berita WAFA, Ahad (10/12)

Abbas mengaitkan langkah yang diambil AS di Dewan Keamanan PBB dengan “kebijakan memalukan yang mendukung pendudukan [Israel] dan agresi brutal Israel terhadap rakyat Palestina.”

Ia menegaskan, Negara Palestina akan mengambil sikap tegas menyikapi perkembangan tersebut.

“Kebijakan AS ini membuatnya terlibat dalam kejahatan genosida, pembersihan etnis dan kejahatan perang yang dilakukan pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem,” katanya, memperingatkan bahwa “sikap ini telah menjadi bahaya bagi dunia, mengancam perdamaian dan keamanan internasional.”

Presiden Abbas menyatakan veto pemerintah AS menantang komunitas internasional dan memberikan lampu hijau tambahan kepada pendudukan Israel untuk melanjutkan agresinya terhadap rakyat Gaza.

“Keputusan ini akan menghantui Amerika Serikat selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia mendesak komunitas internasional untuk mencari solusi menghentikan genosida yang dilakukan oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina, khususnya di Gaza, untuk mencegah krisis serius ini meningkat menjadi krisis yang serius. perang agama yang mengancam seluruh dunia.

Abbas juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB yang berpihak pada keadilan, perdamaian, dan etika kemanusiaan, mendukung rancangan resolusi yang menyerukan diakhirinya agresi Israel, mengingat hal tersebut mengancam perdamaian dan keamanan global. (T/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)