SAAT Lebaran tiba, ketupat selalu hadir sebagai makanan istimewa yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Tapi, pernahkah kita bertanya, apa sebenarnya makna di balik ketupat? Dan sejak kapan tradisi ini dimulai?
Konon, tradisi membuat ketupat sudah ada sejak Islam mulai masuk ke tanah Jawa, sekitar tahun 1400-an. Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat. Kata ini berasal dari ku yang berarti ngaku (mengakui) dan pat yang berarti lepat (kesalahan). Jadi, ketupat menjadi simbol dari mengakui kesalahan.
Ada juga yang mengatakan, ketupat berasal dari laku papat, yang artinya empat perbuatan. Empat amalan istimewa yang dilakukan dari bulan Ramadhan hingga hari Lebaran: puasa, tarawih, zakat, dan salat Ied.
Sebelum Islam datang, masyarakat Nusantara sebenarnya sudah memiliki tradisi selamatan. Lalu, Walisongo memperkenalkan tradisi kupatan sebagai cara yang lembut dan akomodatif, untuk menyampaikan ajaran Islam tanpa meninggalkan akar budaya yang sudah ada.
Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan
Dari sisi lain, ada yang menghubungkan kata kupatan dengan bahasa Arab, kaffatan, yang berarti kesempurnaan. Seperti kata barakah menjadi berkat, atau salama menjadi selamet. Maka kupatan dimaknai sebagai simbol sempurnanya seorang Muslim setelah menjalani bulan puasa.
Menariknya, tradisi menyajikan ketupat Lebaran tidak hanya ada di Indonesia. Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, bahkan Kepulauan Cocos di Australia, juga menjadikan ketupat sebagai hidangan khas saat Idul Fitri.
Dulu, ketupat dibungkus dengan anyaman janur, daun kelapa muda. Janur sendiri diyakini berasal dari kata jannah (surga) dan nur (cahaya). Ada harapan, setelah sebulan berpuasa, cahaya surga memancar dalam diri kita.
Kini, tak jarang ketupat dibungkus plastik. Tapi apa pun bungkusnya, esensi yang tersisa tetap sama: berbagi ketupat hakikatnya adalah saling memaafkan dan melimpahkan kebaikan.
Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi
Selamat merasakan hangatnya ketupat dan maaf yang tulus. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic