Kuala Lumpur, MINA – Pemerintah Malaysia menargetkan transformasi besar menuju negara berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada 2030, sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing ekonomi dan mempercepat digitalisasi nasional.
Target tersebut menjadi bagian dari agenda nasional yang menempatkan AI sebagai pilar utama pembangunan, dengan fokus pada penguatan teknologi, talenta digital, infrastruktur, serta investasi berkelanjutan di sektor digital. Bernama melaporkan, Jumat (10/4).
Langkah ini juga sejalan dengan ambisi Malaysia untuk masuk dalam jajaran negara dengan kesiapan AI terbaik di dunia. Mereka menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan keamanan siber, serta pengembangan ekosistem teknologi yang terintegrasi untuk mendukung transformasi tersebut.
Selain itu, Malaysia telah meluncurkan berbagai inisiatif strategis, termasuk pembentukan kantor nasional AI untuk mengoordinasikan kebijakan, regulasi, serta riset dan pengembangan teknologi.
Baca Juga: Warga Lebanon Turun ke Jalan, Tegas Tolak Negosiasi dengan Israel
Upaya ini diperkuat dengan masuknya investasi besar dari perusahaan global seperti Google, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya dalam pembangunan pusat data dan layanan berbasis AI.
Pemerintah Malaysia juga menekankan bahwa transformasi AI tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi birokrasi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong inovasi di berbagai sektor.
Di sisi lain, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti kesiapan infrastruktur di daerah, kesenjangan digital, serta kebutuhan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. []
Baca Juga: Studi di Jerman: Hampir Separuh Pemuda Muslim Miliki Pandangan Islamis
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic