Vatikan, MINA – Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV yang berasal dari Chicago menyerukan penghentian konflik dan mengkritik retorika perang yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan global.
Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Robert Prevost menegaskan bahwa perang tidak dapat dibenarkan atas nama agama maupun kepentingan politik. Ia menekankan bahwa ajaran agama seharusnya menjadi jalan menuju perdamaian, bukan legitimasi bagi kekerasan.
Dalam pernyataannya, dikutip Wall Street Journal, Jumat (10/4), Paus secara implisit mengkritik narasi yang membenarkan konflik bersenjata sebagai sesuatu yang memiliki dasar moral atau ilahi.
Ia bahkan menyebut bahwa ajaran Yesus sebagai “Raja Damai” tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang dalam kondisi apa pun.
Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz
Sikap Paus Leo XIV ini dinilai kontras dengan retorika keras yang kerap muncul dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Trump, terutama terkait konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, Paus juga pernah menyuarakan keprihatinan terhadap kebijakan-kebijakan Trump yang dinilai tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan universal.
Seruan Paus untuk mengakhiri konflik muncul di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan global, termasuk potensi perang yang melibatkan Iran dan sekutunya.
Ia mendorong para pemimpin dunia untuk memilih jalur diplomasi dan dialog sebagai solusi utama, serta menghentikan siklus kekerasan yang berkepanjangan.
Baca Juga: Mantan Kepala CIA: Trump Harus Dicopot dari Jabatannya
Seruan Paus Leo XIV juga dianggap sebagai pengingat bagi para pemimpin dunia bahwa stabilitas internasional tidak dapat dicapai melalui kekuatan militer semata, melainkan melalui komitmen terhadap perdamaian dan keadilan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Tolak Bergabung dengan AS untuk Blokade Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic