Malaysia: UMKM Halal Didesak Bersiap Masuk Ekonomi Digital

(Foto: Fair Standards Alliance)

Kuala Lumpur, MINA – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Halal telah didesak untuk mempersiapkan gelombang bisnis baru seiring dengan tumbuhnya ekonomi digital global.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universiti Putra Malaysia (UPM), Assoc Prof Dr Suhaimi Ab Rahman, mengatakan bahwa para pelaku UMKM harus mahir dalam bisnis e-commerce dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam bisnis.

“Data menunjukkan bahwa hanya 20 persen dari UMKM Bumiputera yang terlibat dalam ekonomi digital. Ini berarti UMKM Bumiputera termasuk UMKM halal masih jauh di belakang dan perlu bertindak cepat guna memungkinkan mereka terlibat dalam ekonomi digital,” kata Suhaimi sebagaimana dilaporkan Bernama yang dikutip MINA, Selasa, (16/6).

Dia mengatakan, lembaga-lembaga pemerintah seperti Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) menyediakan berbagai kursus pelatihan terkait ekonomi digital yang dapat menguntungkan UMKM.

Menurut Suhaimi, pengusaha perlu mengambil kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi TIK mereka untuk memungkinkan mereka bekerja melalui platform digital.

“Perusahaan Pengembangan Halal menyediakan beberapa program pelatihan halal sementara Fakultas Ekonomi dan Manajemen UPM menyelenggarakan Program Pengembangan Wirausaha Halal bekerja sama dengan QSR Brands (M) Bhd, untuk memandu pengusaha halal agar lebih kompeten,” imbuhnya.

Suhaimi mengatakan, pandemi COVID-19 telah mengubah lingkungan ekonomi dengan menciptakan kebutuhan untuk transaksi tanpa kontak dan tanpa uang tunai, jarak sosial, serta penekanan pada kebersihan dan keselamatan.

“COVID-19 telah menciptakan atmosfer baru dalam bisnis. Selama Gerakan Kontrol Pesanan (MCO), MCO Bersyarat dan sekarang Pemulihan MCO, sebagian besar bisnis telah menggunakan teknologi digital untuk bisnis mereka,“ ujarnya.

Suhaimi menambahkan, orang Malaysia harus mematuhi setiap prosedur operasi standar dalam kegiatan sehari-hari mereka dan menerima bahwa pandemi COVID-19 adalah ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala yang memerintahkan para hamba-Nya untuk merenungkan dan meningkatkan kelemahan mereka untuk kesuksesan mereka di dunia ini dan akhirat.

Ketika mengumumkan Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PENJANA) pada 5 Juni, Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yasin mengatakan dana sebanyak RM25 juta akan dialokasikan untuk MDEC pada program Global Online Workforce (GLOW) yang akan melatih orang Malaysia mendapatkan penghasilan online dari klien internasional.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.