MAN Bangkalan Dinobatkan Sebagai  Madrasah Ramah Anak

Bangkalan, MINA – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan Moh. Ali Wafa, memgatakan, madrasah yang dipimpinnya dinobatkan sebagai Sekolah Ramah Anak dan telah mendapatkan sertifikat dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur.

Hal iyu dicapai setelah madrasah tersebut mendapat bantuan pembangunan dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sehingga fasilitas pendidikan menjadi semakin lengkap. Demikian keterangan yang diterima MINA Ahad, (10/1).

Tahun 2019, MAN Bangkalan mendapatkan bantuan pembangunan Gedung Workshop Keterampilan Terpadu dengan anggaran kurang lebih Rp3miliar. Kemudian Tahun 2020, MAN Bangkalan kembali mendapat bantuan SBSN untuk membangun Gedung Ruang Teori Keterampilan.

“Bantuan SBSN ini, selain menjadikan fasilitas dan gedung madrasah menjadi lebih baik, juga berdampak pada prestasi peserta didik yang menjadi lebih menggeliat dan meningkat, terutama di bidang keterampilan,” katanya.

“Dalam dua tahun terakhir, prestasi telah diraih pada tidak kurang 95 kejuaran, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional,  bahkan hingga internasional,” lanjutnya.

MAN Bangkalan juga dilengkapi asrama/ma’had. Sarana tersebut memudahkan pembinaan secara intensif terhadap siswa dalam mencapai Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA).

Program ini sudah berjalan sejak 2019.  Salah satu programnya adalah tahfidul Qur’an dan baca kitab kuning.

“Madrasah ini juga telah mengikuti sistem SKS secara By School. Sehingga semua siswa jurusan apapun di madrasah ini dapat menyelesaikan yang biasanya 3 tahun bisa menjadi 2 tahun sesuai dengan kemampuan dan program yang mereka ikuti,” jelasnya.

Pengembangan MAN Bangkalan, saat ini mengarah pda madrasah digital. Program ini sudah dirilis sejak 2019. MAN Bangkalan juga menjadi Madrasah Adiwiyata.

“Alhamdulillah di tingkat kabupaten, MAN Bangkalan masuk juara 1 dan kemudian di provinsi masuk 5 besar,” ujarnya. (R/SH/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)