MAPIM Serukan Organisasi Internasional Islam Lawan Pengepungan Al-Aqsha

Kualu Lumpur, MINA – Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) menyerukan kepada organisasi Internasional Islam dan Muslim di seluruh dunia untuk bangkit melawan pengepungan Al-Aqsha yang sekarang diulangi oleh pasukan Zionis Israel sejak kemarin.

“Kami menerima berita terbaru bahwa beberapa gerbang kota tua Al-Quds telah ditutup. Para penziarah yang ingin memasuki masjid juga dilarang masuk,” kata Mohd Azmi Abdul Hamid, Presiden MAPIM dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Rabu (13/3).

Azmi mengatakan, ini adalah situasi berbahaya yang membutuhkan respon kuat dari semua pemimpin Muslim.

“Kami mengutuk polisi zionis Israel yang telah menyerang jama’ah dan menutup Al-Aqsha,” ujarnya.

Azmi menegaskan bahwa semua polisi israel seharusnya tidak diizinkan berada di dalam Masjid Al-Aqsha. Pos-pos polisi israel yang telah mereka buat untuk mengintimidasi para jamaah sudah seharusnya ditutup.

Insiden kemarin adalah alasan agar pasukan Israel dapat menutup semua pintu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha yang diduduki.

Direktur Masjid Al-Aqsha Omar Kiswani dan Sheikh Wasef Al-Bakri, Penjabat Hakim Agung Pengadilan Islam Yerusalem, mereka termasuk di antara yang diserang oleh polisi Israel.

Menurut LSM Israel, 10 warga Palestina terluka dalam bentrokan itu, setelah itu semua jama’ah dipaksa keluar dari lokasi masjid.

MAPIM menilai, Polisi Israel menggunakan kekuatan berlebihan dalam menanggapi kekerasan terhadap para jama’ah.

“Semua pemimpin Muslim harus memahami bagaimana Zionis Israel menunjukkan pernyataan kurang ajar mereka atas kompleks suci Al-Aqsha,” tegas Presiden MAPIM.

Pasukan Israel mengosongkan Al-Aqsha, menutup pintunya dan membatasi akses ke tiga titik masuk utama Kota Tua, hal itu menunjukkan pesan yang jelas tentang kontrol sepihak Israel.

“Kami meminta komunitas internasional untuk campur tangan. Polisi dan pemukim Israel zionis secara konsisten telah melanggar kesucian masjid dan memprovokasi sentimen Muslim,” kata Azmi.

Harus diingatkan bahwa kekacauan dan pelanggaran oleh pasukan zionis Israel di kompleks Masjid Al-Aqsha menjadi lebih intensif.

Ketegangan meningkat di Yerusalem Timur yang diduduki bulan lalu, ketika polisi Israel menyegel Gerbang Al-Rahma di kompleks Al-Aqsha, yang terletak berdekatan dengan tembok timur Kota Tua, hal itu memicu demonstrasi Palestina.

Dalam pekan-pekan sejak itu, otoritas Israel melarang puluhan warga Palestina, termasuk pejabat agama untuk memasuki Al-Aqsha, situs tersuci ketiga di Islam.

Maka dengan itu, Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid, Ketua MANAR Datuk Seri Ahmad Awang, dan Ketua SHURA Datuk Wira Abdul Ghani Samsudin menuntut, semua pasukan zionis Israel harus meninggalkan markas. Semua pos polisi israel di masjid harus ditutup. Buka semua gerbang masjid dan semua masalah keamanan harus diurus ke Dewan Awqaf masjid. (R/Ais/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)