Memuliakan Istri

Oleh: Ipah Fauziah, Fatayat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

Seorang istri tentu hendaklah dapat mengurus semua kebutuhan sang suami. Sebaliknya, bagi istri merupakan suatu kebahagiaan terbesar dalam hidupnya ketika memiliki suami yang sholeh dan senantiasa memperlakukannya dengan baik.

Sebagai seorang suami pun demikian, hendaknya mampu membahagiakan dan memuliakan istri, yang merupakan kebanggaan dan kebahagiaan pula dari dirinya.

Dalam firman Allah Ta’ala disebutkan:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَن

Artinya: “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS An-Nisa/4: 1).

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah utusan Allah, manusia pilihan Allah yang paling sempurna, yang mampu bersikap dan bertindak yang terbaik dalam kondisi apapun.

Sebagai hamba yang diberi amanah menyebarkan syariat Islam, Nabi menjalankannya dengan semangat, kesabaran, dan tekad yang teguh demi agama Allah. Termasuk bagaimana cara Rasulullah memperlakukan dan memuliakan istri-istrinya.

Sebagaimana hadis Rasulullah, “Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata, “Wahai Aisyah, bacalah doa, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR Ibnu Sunni).

Seorang istri, apabila dia baik dan dapat menunaikan tugas-tugas utama beserta tujuan yang telah digariskan, dan memiliki karakter akhlak yang kuat dan keyakinan yang teguh. Maka dia laksana batu bata yang baik bagi sebuah bangunan masyarakat Islam.

Nasihat Rasululah kepada Suami

Termasuk akhlak yang dipuji Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam adalah akhlak sesorang laki-laki kepada perempuan, dan memberikan wasiat agar berbuat baik kepada kaum perempuan. Lelaki hendaknya lemah lembut, dan bertutur kata baik kepada kaum muslimah terlebih lagi seorang suami tidak bisa lepas dari peran istri.

Perbuatan yang makruf bukan sekadar dalam bentuk tutur kata yang baik. Perbuatan makruf pada hakikatnya adalah pribadi yang memiliki perilaku taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta memuliakan sesama manusia atau memiliki akhlak yang baik kepada sesama.

Syekh Salim bin Id Hilali dalam Syarah Riyadhush Shalihin mengatakan, Allah menciptakan perempuan dari tulang rusuk yang bengkok. Yakni, hendaknya seorang lelaki bersikap lemah-lembut kepada kaum perempuan karena kelemahan mereka. Kaum Muslimah tidak akan selamanya lurus dalam suatu keadaan. Karenanya, hendaknya para lelaki menyesuaikan diri agar kehidupan rumah tangga bisa harmonis.

Memuliakan istri adalah perbuatan mulia. Lelaki yang paling pandai memuliakan istri adalah orang yang paling mulia. Dialah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam suri teladan umat manusia. dengan sabdanya: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR At-Tirmidzi no 3895, Ibnu Majah no 1977. Disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Sahihah no 285).

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda, “Orang yang imannya paling sempurna di antara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istrinya”. (HR At-Tirmidzi no 1162, Ibnu Majah no 1987. Disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 284).

Tentunya setiap pasangan suami istri menginginkan memiliki hubungan yang mesra seperti di film-film romantis-harmonis. Namun, dalam menjalin hubungan untuk mendapatkan pasangan dan menjadi yang setia itu tidaklah mudah.

Untuk itu, alangkah baiknya jika umat Islam meniru apa yang dipraktikkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, agar rumah tangga selalu dipenuhi dengan cinta dan berkah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu menjalin hubungan yang baik dengan sang istri walaupun di tengah-tengah kesibukan mengurus umat. Salah satu hal yang ditunjukkan Nabi adalah menggunakan gelas yang sama ketika minum air setelah istrinya.

Selain itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah mengesampingkan para istrinya dan selalu melakukan undian supaya berlaku adil. Masih banyak hal yang bisa umat Islam tiru  dalam memuliakan istrinya

Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi menyatakan, “Karena mereka (para perempuan) merupakan tempat untuk meletakkan kasih sayang disebabkan lembutnya (sifat) mereka”.

Kita berharap memiliki rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah seperti diteladankan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Nabi yang telah mengajarkan suami bagaimana memuliakan istrinya, sebagaimana sabdnya, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban). (A/R4/RS2).

Mi’raj News Agency (MINA)