MENAG TELUSURI KASUS TIGA MADRASAH TIDAK BISA IKUT OSN

Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

Jakarta, 19 Jumadil Awwal 1436/10 Maret 2015 (MINA)- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya sedang menelusuri peristiwa tiga siswa madrasah yang tidak bisa mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi, meski berhasil menjadi juara di tingkat Kabupaten.

“Kemenag lagi telusuri kasus tiga Madrasah Ibtidaiyah yang berhasil juarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) tapi tak bisa maju ke tingkat berikutnya,” demikian disampaikan Menag melalui akun twitter pribadinya ‘@lukmansaifuddin, seperti siaran pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), .

Ironi dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Tiga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berhasil menjuarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) tak bisa maju ke tingkat provinsi.

Ketiga MI tersebut adalah MI Al Bidayah di Desa Candi, Kecamatan Bandungan juara pertama mata pelajaran (mapel) matematika, MI Wonokasihan Jambu juara pertama mapel IPA dan MI Kalirejo, Ungaran Timur, sabet juara ketiga mapel IPA.

Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang selaku panitia beralasan petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar menyatakan bahwa OSN tingkat provinsi hanya untuk sekolah dasar (SD).

Tidak lama berselang, tuitan Menag direspon oleh banyak followernya. Akun ‘@funtairmawan misalnya, mengapresiasi langkah Kemenag dengan mengatakan “Alhamdulillah…terima kasih Bapak.” Dukungan yang sama disampaikan ‘@alveindamar: “Nah, baru mantap nich. 5 tahun ini saya meliput OSN nasional. Sering mendengar keluhan saat proses seleksi tingkat kabupaten-provinsi.

Kicauan lainnya dari ‘@ditaprimanti yang mangatakan “Alhamdulillah. Jangan sampai prestasi anak dihambat hanya karena aturan yang tidak prinsipil, Pak.” Komentar lainnya dari ‘@jams_ahmad: “Mohon maaf pak, ini Cuma sedikit unek-unek saya. Semoga kemenag di bawah kepemimpinan bapak lebih baik lagi dalam memperhatikan madrasah-madrasah.” (T/P010/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0