Mendagri: Ormas Harus Ikut Atasi Ketimpangan Sosial

Jakarta, MINA – Organisasi Masyarakat Indonesia harus ikut serta dalam pembangunan dan menjaga keutuhan bangsa dari segala bentuk ancaman dan tantangan seperti korupsi, narkoba, radikalisme, terorisme, serta masalah ketimpangan sosial yang masih terjadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negari Tjahjo Kumolo dalam sambutannya di Forum Komunikasi Nasional Pemerintah dan Organisasi Masyarakat di Jakarta, Selasa (6/11).

“Tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini tidak hanya fokus dalam sandang, papan, pangan. Tantangan bangsa ke depan tidak hanya itu saja. Ini yang terus menerus saya sampaikan. Pertama tantangan radikalisme-terorisme,” jelas Mendagri.

Tjahjo mengatakan, saat ini tercatat ada sekitar 395.454 ormas di Indonesia. Ia meminta setiap ormas berani menentukan sikap dalam memerangi ormas-ormas yang terindikasi memiliki paham terorisme radikal.

Berikutnya tantangan kedua adalah ancaman peredaran narkoba. Menurutnya, ancaman narkoba itu dari yang paling kecil, yakni menghirup lem, hingga peredaran sabu kelas kakap.

Sementara itu, tantangan yang ketiga adalah masalah ketimpangan sosial dan korupsi. Terkait masalah korupsi, Tjahjo menyebutkan sejumlah area yang rawan tindak pidana korupsi tersebut, dari penyusunan anggaran, retribusi dan pajak, hingga jual-beli jabatan.

Menurutnya, Ormas-ormas berperan penting dalam memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Indonesia, menjaga tetap tegaknya NKRI, kemajemukan, dan kedaulatan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

UUD jelas memberikan kebebasan setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul.

Oleh karena itu, dengan banyaknya jumlah ormas di Indonesia saat ini yang di bangun dari berbagai dasar yang seperti dasar politik, sosial, agama, kemanusiaan dan keamanan merupakan potensi yang sangat strategis bagi percepatan prgoram-program pembangunan. (L/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)