Menlu AS: Perluasan Pemukiman Yahudi di Palestina Jadi Hambatan bagi Perdamaian

Washington, MINA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berjanji melanjutkan komitmen negaranya untuk keamanan Israel dan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, tetapi mengatakan perluasan permukiman Yahudi akan menjadi hambatan bagi perdamaian.

Dalam pidatonya kepada kelompok lobi pro-Israel, Komite Urusan Publik Israel Amerika, atau AIPAC, Blinken juga mengatakan, langkah menuju aneksasi Tepi Barat yang diduduki Israel atau yang mengganggu status quo di tempat-tempat suci akan merugikan prospek untuk perdamaian dua negara.

“Perluasan pemukiman jelas menghadirkan hambatan bagi cakrawala harapan yang kita cari,” kata Blinken seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (6/6).

“Demikian pula, setiap langkah menuju aneksasi Tepi Barat, de facto atau de jure, gangguan status quo bersejarah di tempat-tempat suci, penghancuran rumah yang terus berlanjut dan penggusuran keluarga yang telah tinggal di rumah tersebut selama beberapa generasi merusak prospek dua generasi. Mereka juga merusak martabat dasar sehari-hari yang menjadi hak semua orang,” tambah Blinken.

Blinken, yang akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pekan ini, mengatakan Amerika Serikat akan terus membantu upaya Israel untuk berintegrasi dengan tetangganya, termasuk dengan menciptakan posisi baru bagi seorang diplomat yang bertugas bekerja menuju Timur Tengah yang lebih damai dan terhubung.

“Amerika Serikat memiliki kepentingan keamanan nasional yang nyata dalam mempromosikan normalisasi antara Israel dan Arab Saudi,” tambah Blinken.

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah mengkritik pemerintah sayap kanan Israel atas tindakan yang dianggapnya sebagai konsolidasi permukiman dan atas kunjungan “provokatif” oleh beberapa anggota pemerintah ke situs-situs suci di Yerusalem. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.