Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu RI dan Saudi Bahas Upaya Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 12 jam yang lalu

12 jam yang lalu

12 Views

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan sejumlah Menlu negara-negara OKI dan Liga Arab (foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan sejumlah Menlu negara-negara OKI dan Liga Arab (foto: Kemlu RI)

Jakarta, MINA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud pada Kamis (5/3) untuk membahas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Percakapan tersebut menyoroti pentingnya upaya bersama untuk meredakan konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Sugiono menyampaikan keprihatinan mendalam pemerintah Indonesia terhadap eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah. Ia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara sesuai hukum internasional serta prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sugiono juga menekankan dukungan Indonesia terhadap langkah-langkah deeskalasi serta menyerukan agar semua pihak menahan diri guna mencegah konflik semakin meluas. Menurutnya, dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan utama untuk menurunkan ketegangan serta menjaga stabilitas kawasan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan terpisah mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut. Kedua menteri disebut membahas perkembangan terbaru di kawasan serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meredakan situasi keamanan regional yang semakin memanas.

Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026

Kontak diplomatik ini terjadi di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Eskalasi tersebut telah memicu kekhawatiran global, termasuk dampaknya terhadap stabilitas keamanan kawasan Teluk dan jalur energi dunia, sehingga sejumlah negara mulai mendorong upaya diplomasi untuk mencegah perang yang lebih luas.

Konflik di Timur Tengah meningkat sejak akhir Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone oleh Teheran ke berbagai sasaran di kawasan.

Dalam situasi ini, Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk berperan dalam upaya diplomasi dan mediasi guna membantu meredakan ketegangan serta mendorong penyelesaian damai. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?

Rekomendasi untuk Anda