Menristekdikti Lantik Delapan Pejabat Baru

(Foto: Kemensristekdikti)

Jakarta, MINA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan enam pimpinan perguruan tinggi di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, pada Jumat 12/4).

Dua orang lainnya diangkat sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama di Kemristekdikti, yakni Anondho Wijanarko diangkat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Didi Achjari diangkat sebagai kepala lembaga pendidikan tinggi wilayah V Yogyakarta.

Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Pejabat Pimpinan tinggi pratama yang dilantik, yaitu Jamal Wiwoho diangkat sebagai Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), periode 2019-2023, Garuda Wiko diangkat sebagai Rektor Universitas Tanjungpura periode 2019-2023, I Nyoman Jampel diangkat sebagai Rektor Universitas Pendidikan Ganesha periode 2019-2023.

Kemudian, ada Mukhamad Agus Burhan diangkat sebagai Rektor Institut Seni Indonesia Yogyakarta periode 2019-2023, Akhsan Djalaludin diangkat sebagai Rektor Universitas Sulawesi Barat periode 2019-2023, Rizal Syahyadi diangkat sebagai Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe Aceh periode 2019-2023.

Kedelapan pejabat tersebut diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor Nomor 12447/M/KP/2019, 12448/M/KP/2019, 12449/M/KP/2019, 12450/M/KP/2019, 12451/M/KP/2019, 12452/M/KP/2019, dan 12453/M/KP/2019 yang ditandatangani pada 11 April 2019.

“Jabatan adalah amanah. Jabatan bukan satu-satunya hal. Oleh karena amanah, laksanakan amanah itu sebaik-baiknya untuk institusi yang Saudara pimpin semuanya,” kata Nasir saat melantik delapan pejabat tesebut.

Ia menekankan kepada para pejabat yang telah dilantik ini, untuk bekerja sama dengan lingkungan yang ada di dalamnya, untuk mencapai tujuan universitas, institut, dan politeknik, karena hal ini sangat penting untuk memajukan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.

“Yang menjadi perhatian kita adalah masalah good university governance, tata kelola universitas yang baik. Dalam tata kelola universitas yang baik, ada empat elemen utama, yaitu transparansi, awareness, countability, dan responsibility,” tambahnya.

Ia menegaskan sebagai Pemimpin dari Institusi yang dipimpin, harus dapat beradaptasi dengan perkembangan global yang dinamis. (L/R10/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)