MER-C Akan Beri Bantuan Medis ke Suriah

Jakarta, 26 Sya’ban 1437/3 Juni 2016 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) akan mengirimkan tim medis ke Suriah dalam waktu beberapa bulan mendatang.

Presidium MER-C dr. Joserizal Jurnalis mengatakan bahwa misi kemanusiaan MER-C di Suriah kali ini bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, di antaranya membeli satu ambulance yang akan dikirim ke Suriah.

“Kita akan membeli satu ambulance dan juga akan mengirimkan beberapa orang medis (MER-C) ke sana,” kata Joserizal kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (3/6/2016).

Dr Joserizal menjelaskan misi kemanusiaa MER-C ke Suriah ini dalam tahap pengurusan perizinan tim medis oleh KBRI. “Izin ini masih dalam pengurusan, untuk tim yang akan berangkat kita perkirakan tujuh orang, bantuan ini juga difasilitasi oleh KBRI sendiri,” imbuhnya.

MER-C juga meluncurkan program pengumpulan donasi untuk misi kemanusiaan di Suriah dengan membuka rekening donasi amanah program “Ambulance (s) & Medical Aid For Syria”, BNI Syariah, 081.119.2984. Mandiri, 124. 003.303.3003 A/n. Medical Emergency Rescue Committe.

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.

Organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Indonesia Timur pada Agustus 1999.

Sejak berdirinya MER-C telah menjalankan misi kemanusiaannya ke Afghanisan, Irak, Iran, Palestina, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, Thailand Selatan dan lain-lain. Di Palestina, MERC menginisiasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza yang sudah beroperasi sejak awal 2016 ini.

Begitu juga ketika mengawal kesehatan Ustaz Abu Bakar Baasyir, Ustaz Abu Jibril, almarhumah istri almarhum panglima GAM Ishak Daud, orang-orang yang dipenjara karena tuduhan “teroris” (almarhum Imam Samudera, Amrozi, Ali Gufron dan lain-lain) dan narkoba, serta Komjen Pol. Susno Duaji. (L/P007/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)