MER-C Belum Dapat Akses Untuk Masuk Myanmar

Jakarta, 22 Safar 1438/ 22 November 2016 (MINA) – Presidium lembaga kemanusiaaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Dr. Sarbini Abdul Murad meminta Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berperan maksimal untuk melakukan lobi terhadap Presiden Myanmar agar dapat meredakan konflik di Myanmar dan memberikan akses kepada lembaga-lembaga kemanusiaan yang akan memberikan bantuan.

“Dalam jangka pendek kita ingin mengirim tim kesehatan ke sana dan kita juga merencanakan membangun Rumah Sakit Indonesia di sana,” kata Dr. Sarbini Abdul Murad yang akrab disapa dokter Ben saat dihubungi Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (22/11).

Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, terutama di ASEAN, mempunyai tanggung jawab besar baik moral dan konstitusi untuk memberikan kontribusi terhadap Muslim yang tertindas dan memberikan bantuan untuk meredakan kerusuhan di sana, katanya.

Menurutnya, lembaga kemanusiaan MER-C untuk saat ini belum bisa memberikan bantuan apa-apa, karena pusat konflik di Myanmar masih dikunci oleh militer pemerintah sejak 9 Oktober lalu.

“MER-C ingin mengirim tim kesehatan dalam jangka pendek di sana. Namun belum mendapat akses kesana. Saya berharap Pemerintah Myanmar dapat membuka akses untuk lembaga-lembaga asing agar dapat memberi membantu kemanusian,” ujar Dr Ben.

Lembaga MER-C bersama ummat Budha di Indonesia juga merencanakan membangun Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, Myanmar, yang sudah menadapat persetujuan dari pemerintah Indonesia, PMI dan pihak Myanmar.  Kini sedang dibuat daftar harga bangunan yang dibutuhkan untuk membangun rumah sakit itu.

“Jika semua biaya pembangunan RS sudah terstruktur, maka diketahui menghabiskan dana berapa, barulah kita akan mencoba melakukan upaya cepat untuk pembangunan RS. Namun MER-C terkendala dengan meningkatnya konflik di sana” katanya. (L/M013/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA