Jakarta, MINA – Lembaga Kegawatdaruratan Medis, MER-C, telah membuka program Isolasi Mandiri Terpantau (ISOMANTAU) untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan, yang berada di Wilayah DKI Jakarta.
Dalam konferensi pers pada Senin (5/7), Presidium MER-C dr. Yogi Prabowo mengatakan, Program ISOMANTAU ini dilatarbelakangi meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia dan untuk mencegah kepanikan pasien Covid-19 yang dapat menyebabkan overloadnya fasilitas-fasilitas Kesehatan.
Salah satu relawan MER-C, dr.Tasykuru Rizqa mengungkapkan, Program ISOMANTAU telah berjalan sejak 30 Juni. Sejauh ini jumlah pasien yang mendaftar ada 171 orang dengan 38 orang dinyatakan tidak layak melakukan ISOMANTAU karena sudah masuk gejala sedang dan berat atau faktor lingkungan yang tidak memenuhi syarat-syarat untuk isomantau
Ia juga menjelaskan bagi pasien Covid-19 yang sudah terkonfirmasi bisa langsung mendaftar ke MER-C kemudian pasien akan diminta mengisi formulir pendaftaran dan persetujuan secara online.
Baca Juga: MUI Tekankan Operasi Kelamin Tidak Mengubah Status Gender dalam Agama
Dikatakan karena tidak semua pasien bisa ISOMANTAU, jika dinyatakan layak akan di follow up relawan medis MER-C yang kemudian akan terus dipantau via online sampai selesai isolasi.
dr. Hadiki Habib yang juga Relawan MER-C menegaskan, setiap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri harus ada pemantauan dari petugas medis.
“Ketika kondisi Covid-19 tinggi seperti sekarang, kegiatan isolasi mandiri ini harus diperkuat dengan pemantauan karena tidak boleh isoman dilepas begitu saja,” katanya.
Ia mengatakan, ISOMANTAU juga harus dilakukan berkelompok, tidak bisa individu, dan berkoridnasi dengan fasilitas Kesehatan setempat.(L/R7/P1)
Baca Juga: Prof. El-Awaisi Serukan Akademisi Indonesia Susun Strategi Pembebasan Masjidil Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Syeikh Palestina: Membuat Zionis Malu Adalah Cara Efektif Mengalahkan Mereka