MER-C dan BWA Bersinergi Program ‘Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care’ di Papua Barat

Jakarta, MINA – Lembaga Kemanusiaan Kegawatdaruratan Medis, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan bersinergi dengan Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) dalam program ‘Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care” di Papua Barat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, dan Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOK, saat menerima kunjungan dari tim BWA di Gedung MER-C, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/8).

Agus Ni’amillah, Kepala Pengembangan Program BWA menjelaskan, tujuan kunjungan adalah untuk membicarakan sinergi kedua lembaga khususnya dalam program pelayanan kesehatan.

“Program yang sedang disinergikan dengan MER-C adalah Program Wakaf Khusus dengan nama project “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”. Ini adalah kapal dakwah BWA yang ke-4,” ujar Agus.

Ia mengatakan, disebut dengan ‘Dokter Care’ karena disamping kapal dakwah, juga berfungsi untuk fasilitas kesehatan yang bisa meng-cover layanan ke kepulauan-kepulauan terpencil di nusantara.

“Harapannya ke sana, sehingga bisa sedikit memberikan solusi untuk permasalahan kesehatan saudara-saudara kita yang masih kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” katanya.

Sesuai dengan namanya, yaitu “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”, maka BWA menjajaki kerja sama dengan MER-C sebagai lembaga kesehatan yang sudah berpengalaman.

“Kami memandang MER-C tentu sudah memiliki kepercayaan dari umat untuk mengelola kegiatan yang bersifat layanan kesehatan dan kemanusiaan. Harapan kami pengadaan kapal ini bisa lebih bermanfaat karena akan dioperasikan bersama dengan lembaga kesehatan yang sudah terpercaya,” kata Agus.

Melalui kerja sama ini, kata Agus, MER-C dapat menyediakan layanan dan tenaga medis, BWA menyediakan sarana kapal dan kegiatannya, yang nantinya tidak hanya dalam bidang kesehatan, tapi juga ekonomi, dan sebagainya.

Ia menambahkan saat ini kapal dalam proses modifikasi. “Kita harapkan awal tahun depan bisa beroperasi, sehingga masyarakat bisa segera menikmati layanan kesehatan ini.”

Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menyambut positif rencana kerja sama MER-C dan BWA, khususnya di Papua Barat.

“Karakteristik wilayah di Papua Barat memang membutuhkan transportasi kapal, karena tidak bisa dijangkau melalui darat, hanya bisa melalui air. BWA memiliki fasilitas kapal, MER-C memiliki SDM dan pengalaman sekian belas tahun di Papua dan Papua Barat,” kata dr. Zackya.

Zackya mengatakan, ini adalah sebuah peluang yang besar bagi kedua lembaga untuk program jangka panjang yang diharapkan bisa segera terwujud.

BWA menurutnya lagi, sangat tepat menjadikan wilayah Papua Barat sebagai sasaran program karena populasi muslim di Papua Barat sekitar 90 persen, dan merupakan wilayah dengan populasi muslim asli Papua terbesar.

Zackya berharap sinergi yang ada nantinya bisa memperpanjang waktu program, dan memperluas jangkauan wilayah program.

Program ini adalah program bersifat swadaya yang membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk itu, MER-C dan BWA mengajak masyarakat dapat turut berwakaf, dan berdonasi pada aktivitas layanan kesehatan ini. (T/R6/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)