MER-C Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan dengan Kedubes Inggris di Jakarta

Wakil Dubes Inggris Rob (kiri) bersama Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad. (dok. MER-C)

Jakarta, MINA – Lembaga kemanusiaan kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue – Committee (MER-C) menjajaki kerja sama di bidang kemanusiaan dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia.

Hal itu disepakati saat Presidium MER-C Dr. Sarbini Abdul Murad bertemu Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn di Kedubes Inggris di Jakarta pada Senin (15/4).

Dalam kunjungannya, Sarbini memaparkan, pihaknya menyadari dana bukanlah hal yang utama, namun SDM relawan yang setiap saat siap turun ke lapangan dan jaringan (networking) adalah hal terpenting dalam menjalankan organisasi kemanusiaan ini.

“Dalam rangka memperluas jaringan tersebut, pertemuan dan audiensi dengan berbagai pihak terus dilakukan,” katanya.

Ia juga menjelaskan mengenai MER-C sebagai sebuah NGO Indonesia dengan berbagai program medis dan kemanusiaan baik di dalam maupun di luar negeri.

Ada dua program MER-C di bidang medis dan kemanusiaan yang sedang berjalan diantaranya adalah program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah konflik Jalur Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar.

Khusus di wilayah Rakhine State, Sarbini menyampaikan bahwa pembangunan RS Indonesia adalah program kerjasama MER-C, PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia).

“Kami berharap RS Indonesia di Rakhine State bisa menjadi simbol perdamaian antara umat Muslim dan Budha di Myanmar sebagaimana yang membangun rumah sakit ini adalah umat Muslim, Budha dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

“Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sangat berperan dalam pembangunan RS Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Inggris, Rob memberikan apresiasinya terhadap filosofi yang menjadi dasar program pembangunan RS Indonesia, terlebih di Rakhine State, sebuah wilayah yang sangat tertutup.

“Kami menghormati langkah ini, apalagi Bapak Jusuf Kalla terlibat di dalamnya. Kami sangat tertarik dengan apa yang telah MER-C lakukan baik di Palestina maupun di Myanmar. Saya berharap Inggris dan MER-C bisa bekerjasama ke depan,” katanya. (L/R10/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)