MER-C Lakukan Safari Kemanusiaan untuk Kemerdekaan Palestina

Jakarta, MINA – Dalam upaya mendorong dan mendukung kemerdekaan Palestina, Lembaga Sosial Medis untuk Kemanusiaan dan Perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, melakukan program Safari Kemanusiaan untuk Kemerdekaan Palestina.

Dalam keterangan tertulis yang diterima MINA pada Sabtu (13/11), Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad, memandang Safari Kemanusiaan perlu dilakukan untuk mengkomunikasikan permasalahan Palestina kepada semua pihak dan semua elemen anak bangsa untuk bersama-sama membantu dan mencari jalan keluar dalam mendukung terwujudnya kemerdekaan Palestina.

“MER-C mempunyai satu program yaitu Safari Kemanusiaan Mendukung Kemerdekaan Palestina. Ini untuk mengkomunikasikan dengan segenap pihak, dengan tokoh-tokoh lintas agama, tokoh-tokoh pers, pemuda dan aktifis-aktifis kemanusiaan agar masalah Palestina bisa bersama-sama kita bantu, bersama-sama kita tanggulangi,” kata Sarbini.

Ia mengatakan, Palestina adalah salah satu negara peserta Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang sampai hari ini belum merdeka.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara muslim terbesar yang sama-sama lahir dari penderitaan penjajahan dimana pada pembukaan UUD 1945 juga jelas menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka menjadi tanggung jawab konstitusi dan kewajiban semua untuk melakukan suatu kerja keras agar Palestina bisa merasakan kemerdekaan seperti negara-negara lain.

Dalam pernyataannya, Sarbini mengajak semua pihak agar masalah Palestina menjadi fokus dan pemikiran bersama.

“Banyak tokoh-tokoh yang selama ini mungkin sepi untuk berbicara tentang Palestina, senyap untuk berfikir Palestina, kami mengajak semua kita agar masalah Palestina menjadi titik fokus kita, menjadi pokok pemikiran kita bersama, agar saudara-saudara kita di Palestina bisa mendapatkan kemerdekaan sebagaimana yang kita rasakan pada hari ini,” tuturnya.

Upaya Safari Kemanusiaan yang dilakukan MER-C saat ini menurutnya sejalan dengan apa yang pernah dikatakan Bung Karno, Presiden Republik Indonesia pertama.

“Harus kita ingat, Bung Karno pernah mengatakan bahwa ‘Kami Bersama Palestina sampai Palestina Mendapatkan Kemerdekaan’. Ini adalah suatu hal yang MER-C lakukan. Mudah-mudahan ini didukung oleh semua pihak sehingga MER-C menjadi bahagian dari Duta Palestina untuk mengkomunikasikan proses ini kepada semua lapisan masyarakat, semua elemen anak bangsa. Mudah-mudahan kita bisa bersama Palestina dalam mendorong dan mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Sarbini.

Ia juga mengatakan, MER-C telah memulai program ini dengan bertemu dan mengkomunikasikannya ke Tokoh agama Katolik. Pertemuan dan komunikasi serupa akan terus dilakukan ke tokoh-tokoh lintas agama yang lain dan ke semua elemen anak bangsa. (R/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)