MERAUP BERKAHNYA RAMADHAN

Ust Nurhamid

Ust NurhamidOleh: Muhammad Nurhamid, M.Pd.*

Bulan Ramadhan dijuluki dengan bulan barokah (berkah) sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ  (رواه أحمد)

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, padanya Allah mewajibkan kalian shaum, padanya pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Selain itu, dalam bulan Ramadhan terdapat banyak manfaat dan keutamaan, sebagaimana hadits dari Ubadah bin Shamit, Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan Barokah, di dalamnya Allah menyelimuti kalian dengan kebaikan, Allah menurunkan rahmat dan mengampuni kesalahan, pada bulan itu doa-doa dikabulkan, Allah menyaksikan kompetisi kalian dan Malaikat ikut meramaikan ibadah kalian, maka tunjukkan kepada Allah kebaikan dirimu, sesungguhnya orang yang hina adalah yang dihalangi dari rahmat Allah.” (HR. At-Thabrani)

Di dalam kamus Arab, berkah (barokah, berkat) berasal dari kata الْبُرُوك (al-buruku) maksudnya ialah الثُّبُوت (menetap). Az-Zajjaj mengartikan berkah, sebagaimana dikutip oleh al Qurthubi dalam tafsirnya, dengan “limpahan pada setiap hal yang mengandung kebaikan”. Kata itu pun dimaksudkan pula kepada makna pertambahan dengan tetap terpeliharanya dzat aslinya. Di dalam kitab Syarah Shahih Muslim dijelaskan pula, kata berkah memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan (2) kebaikan yang berkesinambungan. Imam Nawawi berpendapat, bahwa asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”. Jika mengkaji konteks makna berkah yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadits, maka berkah mengandung makna “manfaat” atau inti dari kebaikan sesuatu.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa intinya berkah adalah bertambahnya kebaikan. Berkah biasanya menempel pada kenikmatan dan akan ‎meningkatkan kebaikan seseorang, maka berkah tidak identik ‎dengan melimpah. Sesuatu yang berkah bisa banyak atau melimpah dan bisa ‎juga tidak. Sekalipun hanya sedikit tetapi menambah kebaikan pada diri seseorang maka hal itu menjadi berkah, yaitu jika seseorang mendapatkan kenikmatan dari Allah dan kenikmatan itu menjadi ‎semakin dekat dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.‎

Mengenai keberkahan bulan Ramadhan ada yang bersifat lahiriyah dan ada yang bersifat batiniyah. Keberkahan yang bersifat lahiriyah hampir seluruh manusia bahkan hewan pun merasakannya, tetapi keberkahan yang bersifat batiniyah hanya Allah berikan kepada orang-orang beriman saja.  Diantara nilai-nilai berkahnya Ramadhan yang bersifat batiniyah adalah; bertambahnya iman dan taqwa, dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya setan-setan, diturunkannya Al-Quran, mendapat lailatul qadar, diampuninya segala dosa dan kesalahan orang-orang yang berpuasa, dan dilipatgandakan pahala semua amal kebaikan.  Keberkahan batiniyah inilah yang dapat menjadikan baik manusia bukan hanya di dunia saja tetapi sampai akhirat.  Dan untuk meraup keberkahan batiniyah dari Ramadhan ini harus diusahakan dengan segala kesungguhan dan kesabaran, berikut ada beberapa upaya yang laik dilakukan oleh setiap muslim, yaitu:

1.    Melaksanakan Puasa dengan Penuh Keimanan dan Mengharap Ridha Allah

Melaksanakan puasa Ramadhan yang dilandasi karena iman kepada Allah, dengan hati yang bersih dari syirik serta hanya mengharap ridha-Nya, niscaya Allah akan banyak melimpahkan berkahnya, antara lain:

a. Ditingkatkan Iman dan Taqwanya oleh Allah, Allah Ta’ala berfirman:

Comments: 0