Jakarta, (MINA) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyiapkan Metode Belajar Membaca Al-Qur’an Standar Indonesia sebagai rujukan nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an.
Penyusunan metode tersebut dibahas dalam audiensi Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Tim Penulis Metode Pembelajaran Al-Quran di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, Kamis (26/2).
Audiensi turut dihadiri Kasubdit Pendidikan Al-Quran Ditjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Aziz Syaifuddin, Ketua Umum Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz PBNU Saifullah Maksum, serta akademisi Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta Darwis Hude bersama tim penyusun lainnya.
Dalam pertemuan tersebut dibahas penyusunan buku Metode Belajar Membaca Al-Qur’an Standar Indonesia yang dirancang menjadi pedoman resmi pembelajaran membaca Al-Quran secara sistematis dan terukur di berbagai satuan pendidikan keagamaan.
Baca Juga: Menjaga Pandangan, Kunci Menyempurnakan Puasa Ramadhan
Aziz Syaifuddin mengatakan, hingga kini Indonesia belum memiliki metode membaca Al-Quran standar nasional yang disusun pemerintah.
Karena itu, menurutnya, penyusunan buku ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pedoman pembelajaran dengan karakter khas Kemenag yang dapat diterapkan secara luas.
Ia menambahkan, metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran mulai dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), madrasah, hingga pesantren. Sebelum diluncurkan, buku akan melalui tahapan uji publik dengan melibatkan para pakar Al-Quran guna menyempurnakan substansi.
“Kami ingin memastikan metode ini matang secara akademik dan praktis sehingga benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran,” ujarnya.
Baca Juga: Sekolah Paradisa Cendekia Salurkan Donasi untuk RSIA Gaza
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan penyelesaian buku tersebut.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran Al-Quran merupakan fondasi utama pendidikan keagamaan sehingga negara perlu memastikan metode yang digunakan memiliki standar yang baik dan tetap menjaga kaidah yang benar.
Menag berharap proses penyempurnaan segera rampung agar peluncuran buku dapat dilaksanakan pada 17 Ramadhan 1447 H atau Ramadhan 2026, sekaligus menjadi momentum penguatan literasi Al-Quran secara nasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemdiktisaintek Buka Rekrutmen Guru dan PPDB SMA Unggul Garuda
















Mina Indonesia
Mina Arabic