Miliki Tiga Fungsi Sekaligus, Politeknik Astra Resmi Luncurkan Mesin CNC Innostra 

Acara Peluncuran Mesin CNC Innostra di Politeknik Astra, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (26/7/2023).(Foto: Istimewa)

Cikarang, MINA – Politeknik Astra (ASTRAtech) meluncurkan secara resmi mesin komputer kontrol numerik (Computer Numerically Controlled/CNC) yang bernama Innostra,di Kampus Politeknik Astra di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (26/7).

Mesin CNC adalah sebuah mesin yang digunakan dalam Industri Manufaktur untuk menghasilkan komponen untuk Sektor Teknik dalam jumlah besar dengan cepat. Seperti nama dari CNC sendiri, setiap pengerjaan dari CNC menggunakan sistem komputer yang telah terbentuk dengan baik hingga menghasilkan barang yang sesuai dengan presisi.

CNC Innostra disebut sebagai mesin multifungsi karena memiliki lebih dari satu kegunaan di antaranya, milling, laser engraving, dan 3D Printing. Ketiga fungsi tersebut diharapkan bisa membantu proses produksi dalam usaha manufaktur ataupun usaha kreatif menjadi lebih mudah.

Acara peluncuran mesin CNC Innostra ini dihadiri Direktur Politeknik Astra, Tony Harley Silalahi, COO WINTEQ, Donny Novanda; Direktur Fasilitas Riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI), Wisnu Sardjono Soenarso; Direktur Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Eko Agus Nugroho; dan Direktur Mitrasdudi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Uuf Bradjawidgaga.

Baca Juga:  Relawan MER-C Rayakan Idul Adha di Jalur Gaza

Direktur Politeknik Astra, Tony Harley Silalahi, mengaku, sangat bangga berkat kolaborasi Politeknik Astra dengan PT Astra Otoparts Tbk – WINTEQ akhirnya, mesin CNC Innostra, satu-satunya mesin CNC yang memiliki tiga fungsi yang ada di Indonesia, pun berhasil diluncurkan meski harus melalui proses produksi yang panjang.

“Hasil pengembangan di Politeknik Astra mulai dari 2014, namun baru berkolaborasi dengan PT Astra Otoparts Tbk – WINTEQ Division di tahun 2018 hingga saat ini. Proses demi proses dilalui untuk menjawab tantangan dari pemberi hibah baik dari Kemenristek-DIKTI-BRIN serta Kementerian Keuangan melalui program LPDP,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, COO WINTEQ, Donny Novanda, menganggap momen peluncuran mesin CNC Innostra menjadi sesuatu yang sangat berarti, karena berhasil memproduksi mesin yang inovatif dan canggih sehingga bisa memberikan dampak yang besar pada dunia produksi dan manufaktur.

“Mesin CNC Multifungsi ini adalah dedikasi kami untuk menciptakan teknologi terkini yang menggabungkan keunggulan dalam kepresisian, fleksibilitas, dan efisiensi produksi,” tambahnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Laksanakan Shalat Idul Adha di Semarang

Dalam proses pemasaran produk CNC Innostra dan Special Purpose Machine (SPM). WINTEQ bekerjasama dengan PT Ometraco Samanta.

Keduanya, menargetkan penjualanan mesin ini dilembaga pendidikan dan pemerintahan. PT Ometraco Arya Samanta pun akan menjadi distributor untuk menjual produk CNC Innostra dan SPM kepada lembaga pemerintahan.

Kesuksesan produksi mesin CNC Innostra tentu saja tidak luput dari dukungan LPDP melalui skema pendanaan riset RISPRO Kompetisi sejak 2020 hingga saat ini telah memberikan dukungan pendanaan riset kepada Politeknik Astra dalam penelitian dan pengembangan teknologi CNC.

“LPDP mengajak kepada seluruh pihak agar memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan produk CNC hasil riset yang memiliki TKDN tinggi ini dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan bentuk apresiasi terhadap prestasi para peneliti dan industri yang terlibat,” ungkap Direktur Fasilitas Riset LPDP Kemenkeu Wisnu Sardjono Soenarso dalam sambutannya.

Bukan hanya Politeknik Astra, LPDP juga terus memberikan dukungan untuk dunia usaha, industri, dan perguruan tinggi dalam bentuk pendanaan riset sejak tahun 2013 lalu.

Baca Juga:  Rumah Zakat Aceh Salurkan 1 Ton Beras Untuk Lansia

“Dukungan LPDP untuk Dunia Usaha dan Dunia Industri serta Perguruan Tinggi dalam bentuk pendanaan riset sejak 2013 dengan skema RISPRO, dan ini bentuk sharing risk kegiatan riset,” pungkasnya.

Direktur Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, Eko Agus Nugroho dalam sambutannya mengatakan, industri permesinan khususnya mesin perkakas sangat menentukan kemajuan dari industrialisasi suatu negara.

Oleh karena itu, Indonesia harus punya industri mesin perkakas presisi yang dapat diandalkan. Lahirnya, CNC Innostra yang memiliki kemampuan milling, laser engraving, dan 3D printing menjadi langkah strategis dan inovatif dalam mewujudkan industrialisasi pada era Industri.

Sementara dan Direktur Mitrasdudi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, Uuf Bradjawidgaga, mengaku sangat bangga karena konsistensi Politeknik Astra dalam melakukan riset sampai akhirnya, berhasil meluncurkan mesin CNC Innostra.

“Saya kagumi di sini adalah konsistensi mengelola penelitian dari tahun 2018 tentu saja bukan perkara yang mudah. Kita akan terus berkolaborasi untuk memproduksi inovasi-inovasi seperti ini,” ucapnya. (L/R1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)