Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri India Narendra Modi memuji hubungan bilateral negaranya dengan Israel dalam pidato yang belum pernah terjadi sebelumnya di parlemen Israel, Knesset, pada hari Rabu (25/2).
“Kedua negara terhubung oleh ikatan yang telah ada lebih dari 2.000 tahun,” kata Modi kepada para anggota parlemen Israel dalam kunjungan dua harinya. Anadolu melaporkan.
Ia mejadi perdana menteri India pertama yang berpidato di parlemen Israel.
Rekannya dari Israel, Benjamin Netanyahu, juga berpidato di Knesset, mengatakan India “mendukung” Israel.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Modi juga memuji rencana perdamaian Gaza Presiden AS Donald Trump, yang menurutnya “menawarkan jalan keluar.”
Ia mengatakan rencana tersebut “menjanjikan perdamaian yang adil dan langgeng bagi seluruh rakyat di kawasan itu, termasuk dengan mengatasi masalah Palestina.”
“Kami merasakan penderitaan Anda, kami turut berduka cita. India berdiri teguh bersama Israel, dengan keyakinan penuh pada saat ini dan seterusnya,” ujarnya.
Mengenai hubungan bilateral, Modi juga mengatakan: “Kami berkomitmen untuk memperluas perdagangan, memperkuat arus investasi, dan mempromosikan pembangunan infrastruktur bersama.”
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
“Tim kami bekerja keras untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas yang ambisius. Ini akan membuka potensi besar yang belum dimanfaatkan dalam hubungan perdagangan kita,” kata Modi.
Memuji transfer pengetahuan teknologi pertanian ke India dari Israel, Modi juga menyinggung hubungan pertahanan dan keamanan antara kedua negara, merujuk pada pakta yang ditandatangani November lalu untuk meningkatkan hubungan di sektor-sektor ini.
“Di dunia yang tidak pasti saat ini, kemitraan pertahanan yang kuat antara mitra tepercaya seperti India dan Israel sangat penting,” katanya.
“Hubungan India dengan tanah ini (Israel) juga tertulis dalam darah dan pengorbanan. Selama Perang Dunia I, lebih dari 4.000 tentara India gugur di wilayah ini. Serangan kavaleri di Haifa pada September 1918 tetap menjadi babak penting dalam sejarah militer,” tambah Modi.
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
Dalam genosida yang dilakukan di Gaza, tentara Israel telah membunuh lebih dari 72.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 lainnya di Gaza dalam serangan selama dua tahun sejak Oktober 2023. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kapalnya Ditenggelamkan di Perairan Internasional, Iran: AS akan Bayar Mahal
















Mina Indonesia
Mina Arabic