Teheran, MINA – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di kota suci Qom, di tengah meningkatnya kembali serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Laporan sejumlah media menyebutkan Khamenei tidak sadarkan diri akibat luka serius yang diduga berkaitan dengan serangan udara sebelumnya, bahkan disebut tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif.
Kondisi ini memicu spekulasi tentang stabilitas kepemimpinan Iran di tengah perang yang masih berlangsung. Fars news melaporkan, Selasa (7/4).
Di saat yang sama, serangan udara baru dilaporkan kembali menghantam sejumlah target di Iran. Gelombang bombardir ini merupakan bagian dari eskalasi konflik sejak operasi militer gabungan AS-Israel yang dimulai pada akhir Februari 2026, yang menargetkan fasilitas strategis dan tokoh penting Iran.
Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak Langsung Meledak
Situasi di lapangan terus memanas, dengan Iran melancarkan serangan balasan ke berbagai target di kawasan, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer sekutu AS di Timur Tengah. Serangan timbal balik ini telah menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak serta kerusakan infrastruktur yang meluas.
Kondisi kesehatan pemimpin Iran yang tidak stabil di tengah intensitas perang berpotensi memperburuk krisis politik dan militer di kawasan. Di sisi lain, ancaman eskalasi lebih luas terus meningkat, terutama setelah kedua pihak saling mengancam akan memperluas serangan jika konflik tidak segera dihentikan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz
















Mina Indonesia
Mina Arabic