SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perundingan di Islamabad: Trump Lontarkan Ancaman, Iran Ajukan Tuntutan Tegas

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 12 April 2026 - 10:28 WIB

Ahad, 12 April 2026 - 10:28 WIB

16 Views

Donald Trump dan Mojtaba Khamenei (foto: IG)

Islamabad, MINA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat saat perundingan damai yang digelar di Pakistan. Di tengah proses diplomasi yang masih rapuh, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras, sementara Iran mengajukan sejumlah tuntutan strategis yang dinilai sulit dipenuhi.

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan pada Sabtu (11/4) kembali diwarnai eskalasi retorika politik dari kedua belah pihak. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington tetap pada posisi keras terhadap Teheran, termasuk opsi tindakan militer apabila kesepakatan tidak tercapai.

Trump dalam sejumlah pernyataannya menyinggung bahwa Amerika Serikat masih memiliki target strategis di kawasan tersebut dan tidak akan ragu melanjutkan tekanan jika Iran tidak memenuhi syarat yang diajukan. Pernyataan itu menambah ketegangan di tengah proses diplomasi yang sedang difasilitasi Pakistan sebagai mediator utama kawasan.

Sementara itu, Iran tetap pada sikapnya dengan mengajukan sejumlah tuntutan dalam perundingan. Teheran menekankan perlunya pencabutan sanksi ekonomi, jaminan penghentian serangan militer, serta penolakan terhadap dominasi AS atas jalur strategis seperti Selat Hormuz. Iran juga menolak beberapa syarat yang diajukan Washington karena dinilai terlalu berat dan tidak seimbang.

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Perundingan yang berlangsung intens di Islamabad tersebut dilaporkan telah berjalan lebih dari 20 jam, namun belum menghasilkan kesepakatan final. Bahkan, sejumlah laporan menyebutkan bahwa pembicaraan berakhir tanpa hasil karena kedua pihak masih mempertahankan posisi masing-masing yang bertolak belakang.

Pakistan sebagai tuan rumah diplomasi menegaskan bahwa upaya mediasi tetap akan dilanjutkan meski jalan menuju kesepakatan masih panjang.

Islamabad bersama sejumlah negara seperti Turki dan Arab Saudi disebut terus mendorong agar dialog tetap terbuka demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih terbuka, ketegangan antara Washington dan Teheran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca Juga: Naiknya Biaya Perang Tekan Ekonomi Israel, Rugi Rp45 Triliun per Pekan

Dengan posisi yang sama-sama keras, masa depan perundingan masih sangat bergantung pada kompromi politik kedua negara dalam beberapa waktu ke depan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan AS-Israel telah Bunuh 3.300 Orang Lebih di Iran

Rekomendasi untuk Anda