Muhammad Ahsan, Pengamal Sunnah Juara All England 2019

Oleh Sajadi, Wartawan Kantor Berita MINA

Muhammad Ahsan, nama tersebut sudah tidak asing lagi bagi penggemar bulutangkis Indonesia bahkan dunia. Atlet andalan Indonesia itu baru saja menjuarai lagi Kejuaraan Bulu Tangkis paling bergengsi dunia, All England, di nomor ganda putra, bersama rekanya Hendra Setiawan.

Kemampua pebulutangkis asal Palembang ini di lapangan sudah tidak diragukan lagi. Ganda putra bulutangkis peringkat empat dunia tersebut, ternyata dikenal juga dengan prilaku baiknya di lapangan atau boleh disebut prilaku “nyunnah”.

‘Nyunnah” berasal dari kata sunnah, yang dalam bahasa Arab berarti “kebiasaan” atau “biasa dilakukan”. Secara istilah sunnah adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya, baik ilmu, keyakinan, ucapan, perbuatan, maupun penetapan.

Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Secara umum, sunnah itu bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.

Penampilan, perilaku dan sikap Ahsan menjadi perbincangan masyarakat saat mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2017 lalu di Glasgow, Skotlandia.

Foto-foto Ahsan dengan menggunakan legging untuk menutup aurat hingga di bawah lutut menjadi pembeda dengan atlet lainnya.

Peraih emas BWF World Championship 2013 dan 2015 itu tidak ingat persis kapan pertama kalinya memakai legging. Namun, dirinya mengaku mantap memakai legging di awal 2016, ketika itu ia baru saja pulang menunaikan ibadah umrah.

“Semua mengalir begitu saja, pertama kali yang saya lakukan adalah menggunakan legging,” katanya.

Saat minum, Ahsan juga terlihat setengah duduk. Hal tersebut menjadi perbincangan masyarakat, terutama di media sosial. Karena saat pemain lainnya minum saat jeda pertandingan atau istirahat sambil berdiri sedangkan Ahsan minum setengah duduk.

Pemain berusia 32 tahun itu juga tidak menyalami wasit atau hakim garis perempuan dalam pertandingan. Ahsan hanya menangkupkan kedua telapak tangan sebagai pengganti bersalaman.

Selain itu, prilaku nyunnahnya yang sedang tren saat ini, adalah sujud syukur setiap usai menjalani pertandingannya, Ahsan juga sudah melakukan hal itu sejak lama. Hal lain yang menampakkan Ahsan pengamal sunnah Nabinya adalah adalah memelihara jenggot.

Ia mengaku, semua itu berjalan begitu saja. Ketika ia tahu itu memang hal tersebut termasuk ajaran Islam dan sunnah dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, maka ia mengikutinya.

“Tidak ada niat macam-macam, ternyata setelah saya mencoba istikomah mengamalkan, saya jadi lebih tenang, terlebih saat dalam pertandingan,” ucapnya.

“Saya hanya berusaha menerapkan ajaran agama saya, yakni agama Islam semampu yang saya bisa. Semuanya mengalir begitu saja. Jika perilaku saya di tengah lapangan kemudian menjadi viral di media sosial, saya tidak memikirkannya,” tambahnya.

Ahsan mengatakan, dirinya mempraktekan adab-adab Islam tersebut didapatnya dari pengajian maupun dari buku-buku dan artikel di internet yang ia baca.

Walaupun sedang bertanding di lapangan, sebagai atlet prefesional dirinya masih tetap bisa mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam. Bukan hanya memikirkan kesuksesanya di dunia, di tengah kesibukanya ia juga memikirkan akhirat. (A/Sj/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)