Muhammadiyah Bangun Hunian Untuk Mayoritas Non Muslim Terdampak Banjir

Hulu Sungai Tengah, MINA – Sebagian besar korban banjir  yang dibantu tim tanggap darurat dan rehab rekon Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan, adalah non muslim yang adalah warga mayoritas di sana.

Fuad, selaku koordinator lapangan kegiatan  mengatakan,   pembangunan hunian tetap yang mayoritas diperuntukkan bagi warga non muslim tersebut karena alasan kemanusiaan. Demikian keterangan yang diterima MINA Jum’at (26/2).

“Sedari awal kami membantu semua warga di sini karena kami pilih sebagai desa dampingan, meskipun tidak sedikit warga non muslim. Mereka sudah cukup menderita karena bencana ini, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk membantu mereka tanpa memandang perbedaan agama,” katanya.

Di desa tersebut ada 7 KK dengan jumlah jiwa 32 orang yang rumahnya rusak berat dan hilang akibat banjir tersebut,

MDMC Hulu Sungai Tengah disupport penuh oleh Lazismu setempat mulai membangun hunian tetap untuk ke-7 KK tersebut,

Fuad menambahkan, menarik dari 32 jiwa yang dibantu tersebut, 21 orang diantaranya adalah non muslim pemeluk agama Hindu, Kaharingan (agama pagan warga di kawasan Pegunungan Meratus) dan Kristen. Selain mereka ada 3 KK lagi yang akan menerima bantuan rehab, namun bersifat ringan. Di 3 KK itu ada 17 jiwa, yang terdiri dari 5 orang muslim dan 12 non muslim beragama Kaharingan serta Hindu.

Fuad berharap, hunian tetap tersebut diharapkan akan selesai dikerjakan dalam waktu 7 hari ke depan.

“Kami dibantu 3 orang tenaga profesional ditambah relawan MDMC HST sendiri. Ada yang setiap hari ikut menggarap. Karena kerangka bangunan menggunakan baja ringan, diharapkan pekerjaan bisa cepat selesai asal cuaca juga mendukung,” jelasnya.

Selain membangun hunian tetap untuk warga, MDMC HST juga akan melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial bagi warga.

Delapan belas orang relawan MDMC HST secara bergiliran ditugaskan mendampingi warga dengan tinggal di Desa Patikalain direncanakan selama satu bulan penuh dengan melaksanakan berbagai kegiatan psikososial di sana. (R/SH/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)