Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan adanya potensi pengkhianatan dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta menekankan pentingnya pengawasan internasional agar kesepakatan tersebut tidak dilanggar.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, pada Jumat (10/4) menyatakan, bahwa meskipun gencatan senjata patut diapresiasi sebagai langkah deeskalasi, risiko pelanggaran tetap terbuka dalam praktiknya.
Ia menjelaskan, dalam sejarah hubungan internasional, pelanggaran kesepakatan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari penafsiran sepihak, penundaan pelaksanaan komitmen, hingga tindakan terselubung yang bertentangan dengan semangat perdamaian.
Karena itu, MUI menekankan perlunya mekanisme pengawasan internasional yang kuat disertai komitmen moral dan politik dari kedua pihak. Hal ini dinilai penting agar gencatan senjata tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi benar-benar mampu menghentikan konflik secara nyata.
Baca Juga: ASN Peserta Komcad Bakal Dibekali Pengetahuan Dasar Senjata dan Latihan Menembak
Selain itu, MUI juga mengingatkan potensi adanya upaya pihak tertentu untuk memanfaatkan momentum gencatan senjata, termasuk pada musim haji, guna memecah belah umat Islam. Oleh sebab itu, pelaksanaan ibadah haji harus dijaga dari segala bentuk provokasi dan gangguan eksternal.
MUI turut menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran seharusnya menjadi momentum lebih luas untuk menghentikan berbagai bentuk kekerasan di kawasan lain, khususnya di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon.
Upaya perdamaian, menurut MUI, tidak boleh berjalan parsial sementara konflik di wilayah lain masih terus berlangsung.
Peringatan MUI tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap rapuhnya kesepakatan di tengah kompleksitas geopolitik global. Dengan situasi yang masih fluktuatif, pengawasan dan komitmen internasional dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan perdamaian di kawasan. []
Baca Juga: Kemhan Lepas 2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad di Enam Lemdik Militer
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic