SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Kecam Serangan Houthi ke Fasilitas Sipil, Desak Penghentian Perang demi Jamaah Umrah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:07 WIB

35 Views ㅤ

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim (foto: MUI Digital)

Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Arab Saudi dan kelompok Houthi menghentikan perang serta tidak saling memulai serangan agar konflik tidak meluas. MUI juga meminta Amerika Serikat (AS) tidak memperkeruh situasi.

Sikap itu disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Selasa (13/10).

Sudarnoto menyatakan keprihatinan atas serangan Houthi yang menyasar fasilitas sipil. Menurutnya, serangan itu tidak hanya merusak fasilitas publik, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dari kalangan yang tidak terkait konflik.

Ia menilai serangan tersebut sangat mengganggu umat Islam yang akan maupun sedang menunaikan ibadah umrah, dan menyebutnya melanggar hukum internasional.

Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup

Ia menegaskan jemaah umrah harus dilindungi oleh siapa pun. Sudarnoto meminta penghentian serangan terhadap fasilitas dan masyarakat sipil, serta menekankan pentingnya jalur perundingan damai (peace talk).

Kepada AS, ia meminta tidak ikut memanas-manasi situasi sehingga keadaan semakin rumit. Ia juga berharap pemerintah Indonesia tidak kehilangan momentum untuk berperan strategis mencari penyelesaian konflik.

Pernyataan itu muncul setelah serangan ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10). Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) mencatat sedikitnya 12 orang tewas dan 309 lainnya luka.

Bandara tersebut ditutup hingga 17 Oktober 2026. Houthi menyatakan menyerang Saudi karena kerajaan itu mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara.

Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya

Dampaknya terasa bagi jemaah Indonesia. Sebanyak 401 calon jemaah umrah di Bandara Soekarno-Hatta terdampak pembatalan penerbangan lanjutan, sementara Kementerian Haji dan Umrah menyatakan tidak ada jemaah Indonesia yang menjadi korban serangan.

Kementerian Luar Negeri RI juga telah mengecam serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak menempuh dialog. Di Singapura, Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengimbau warganya menunda keberangkatan umrah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hari Santri 2026 Usung Tema ‘Santri Menguatkan Negeri’, Kemenag Rilis Logo dan 10 Agenda

Rekomendasi untuk Anda