SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Naiknya Biaya Perang Tekan Ekonomi Israel, Rugi Rp45 Triliun per Pekan

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - 1 jam yang lalu

1 jam yang lalu

0 Views

Penampakan kehancuran di salah satu area di Kota Tel Aviv setelah terkena serangan rudal Iran. (Foto: In Context)

Tel Aviv, MINA – Perkiraan awal menunjukkan bahwa perang AS-Israel melawan Iran telah menelan biaya sekitar 35 miliar shekel (sekitar Rp178,56 triliun) bagi anggaran Israel, termasuk 22 miliar shekel (sekitar Rp94,6 triliun) yang dialokasikan untuk sektor keamanan, dengan jumlah tersebut telah dimasukkan ke dalam anggaran 2026, menurut Kementerian Keuangan Israel.

Dilansir dari Al-Mayadeen, dalam sebuah pernyataan pada Ahad (12/4), kementerian tersebut mengkonfirmasi bahwa pemerintah telah menyetujui alokasi darurat tambahan pada pertengahan Maret senilai 2,6 miliar shekel (sekitar Rp12,82 triliun) untuk pengadaan senjata mendesak seiring meningkatnya konfrontasi.

Menurut perkiraan Kementerian, peningkatan pengeluaran tersebut diperkirakan akan meningkatkan defisit fiskal dari target sebelumnya sebesar 3,9% dari PDB menjadi kisaran antara 4,9% hingga 5,6%.

Kementerian tersebut juga memperkirakan bahwa kerugian ekonomi akibat perang melawan Iran sekitar 9 miliar shekel (sekitar Rp45,42 triliun) per pekan.

Baca Juga: Serangan AS-Israel telah Bunuh 3.300 Orang Lebih di Iran

Dalam konteks yang sama, laporan media yang mengutip Channel 12 mengatakan bahwa biaya perang selama 40 hari di Iran dan Lebanon dapat mencapai sekitar $17,5 miliar (sekitar Rp271,25 triliun), termasuk pengeluaran militer dan sipil.

Angka tersebut mencerminkan gabungan pengeluaran militer dan sipil di tengah eskalasi yang sedang berlangsung di berbagai front.

Pengeluaran militer langsung diperkirakan sekitar 40 miliar shekel (sekitar Rp199,95 triliun), sementara biaya sipil, termasuk kompensasi untuk bisnis dan pemerintah daerah yang terkena dampak, diproyeksikan sebesar 13–14 miliar shekel (sekitar Rp55,9 triliun–Rp60,2 triliun), sehingga totalnya sekitar 54 miliar shekel (sekitar Rp199,95 triliun).

Kementerian mencatat bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan tidak memperhitungkan biaya rekonstruksi di masa mendatang atau kerugian ekonomi yang lebih luas yang disebabkan oleh penutupan sebagian ekonomi. Untuk mendukung kebutuhan militer, tambahan 7 miliar shekel (sekitar Rp30,1 triliun) telah dialokasikan, mencakup pengadaan senjata, operasi penerbangan, tugas cadangan, dan kerusakan terkait perang. []

Baca Juga: Iran Galang Dukungan Rusia Hadapi Blokade Hormuz

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda