Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tekor Rp50 Triliun per Pekan Akibat Perang dengan Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 12 April 2026 - 07:21 WIB

Ahad, 12 April 2026 - 07:21 WIB

42 Views ㅤ

Pasukan keamanan dan penyelamatan Israel di lokasi tempat sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel menyebabkan kerusakan pada bangunan perumahan di kota Arad, Israel selatan, pada 22 Maret 2026. (FOTO:Chaim Goldberg/Flash90).

Tel Aviv, MINA – Perang yang terus berlanjut antara Israel dan Iran disebut semakin membebani perekonomian Israel. Dalam sepekan, negara tersebut diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar 9,4 miliar shekel atau setara kurang lebih Rp50 triliun.

Sejumlah laporan menyebutkan, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan bahwa kerugian tersebut terjadi akibat penerapan status darurat keamanan yang membatasi mobilitas masyarakat. Kondisi ini memaksa penutupan sekolah, pembatasan kegiatan kerja, serta pengerahan besar-besaran pasukan cadangan yang berdampak langsung pada roda ekonomi nasional.

Dalam situasi tersebut, sektor produktif Israel mengalami perlambatan signifikan. Banyak perusahaan terpaksa menghentikan sementara operasional atau mengurangi kapasitas kerja karena situasi keamanan yang tidak stabil.

Aktivitas perdagangan dan jasa di sejumlah wilayah juga dilaporkan terganggu akibat kekhawatiran eskalasi serangan lanjutan. Media KAN melaporkan, Sabtu (11/4).

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Selain dampak langsung pada produktivitas, lonjakan pengeluaran militer menjadi faktor utama yang memperbesar beban keuangan negara. Biaya operasi pertahanan, termasuk sistem antirudal dan mobilisasi pasukan, disebut menyedot anggaran dalam jumlah besar setiap hari di tengah intensitas konflik yang masih tinggi.

Jika konflik terus berlanjut, tekanan terhadap fiskal Israel akan semakin berat. Selain kerugian langsung, ketidakpastian geopolitik juga berpotensi mengganggu investasi asing dan memperlemah stabilitas pasar keuangan, yang sebelumnya sudah tertekan oleh konflik di kawasan Gaza.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut memicu kekhawatiran global, terutama terkait jalur energi dan harga minyak dunia. Setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut memiliki efek domino terhadap inflasi global dan stabilitas ekonomi internasional.

Situasi ini menunjukkan bahwa perang Iran–Israel tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga telah berkembang menjadi tekanan ekonomi serius bagi Israel. []

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir (foto: Anadolu Agency)
Internasional
MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA