Nasihat Imaamul Muslimin di Akhir Ramadhan 1439H

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur

Cileungsi,  Kabupaten Bogor,  MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menyampaikan nasihat untuk kaum Muslimin di manapun berada menjelang berakhirnya bulan Ramadhan 1439 H.

Pertama,  hendaknya kaum Muslimin tidak terjebak kepada ibadah ritual semata. Tetapi berusaha menemukan hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam serangkaian ibadah yang sudah dilakukan di bulan Ramadhan ini.

Selanjutnya, nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan setelah Ramadhan. “Marilah kita terapkan nilai-nilai puasa dalam kehidupan kita setelah Ramadhan, ” ajaknya.

Rasulullah Muhammad shallalahu alaihi wa salam mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa mereka hanya mendapat lapar dan dahaga saja. Hal itu karena mereka tidak menangkap nilai-nilai dan hikmah puasa sehingga perilaku dan akhlaknya tetap buruk sama seperti sebelum puasa.

Imaam mengajak umat Islam untuk berperilaku dengan mencontoh sifat-sifat Allah.  Di antaranya, Allah tidak memerlukan makan dan minum.  Artinya kita harus bisa menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita hanya barang yang halal.

Umat Islam juga harus bisa menjaga syahwatnya,  baik itu syahwat terhadap lawan jenis, syahwat kekuasaan dan godaan gemerlap dan kemegahan dunia.

Imaam selanjutnya mengutip nasihat Imaam Asy Syafi’i kepada muridnya, Yunus bin Abdul A’la:

“Bencilah kepada kemaksiatan,  tapi jangan membenci orang yang melakukan kemaksiatan.  Marahlah jika mendapati kemunkaran, tapi bimbinglah orang yang berbuat munkar itu. Sesungguhnya kita datang untuk menyembuhkan penyakit,  bukan membunuh orang yang berpenyakit”.

“Jika datang kepadamu orang minta maaf,  maka maafkanlah. Jika datang kepadamu seseorang memerlukan bantuan,  maka berusahalah membantu urusannya.  Jika ada orang yang menasihatimu, ucapkan terima kasih kepadanya. Dan jika kamu saat ini menuai duri,  tetaplah menanam bunga karena Allah akan membalas setiap apa yang kita kerjakan” Demikian Imaamul Muslimin. (L/P2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)